Penyerang Polres Dharmasraya Anak Perwira Polri

Deny Irwanto
13/11/2017 12:44
Penyerang Polres Dharmasraya Anak Perwira Polri
(ANTARA FOTO/Ilka Jensen/Ief)

POLISI masih melakukan identifikasi terhadap jaringan dan asal dua pelaku ESA, 24 dan SES, 25, yang menyerang dan membakar Mapolres Dharmasraya.

Wakapolri Komjen Syafruddin mengatakan, salah satu di antara pelaku merupakan anak dari seorang perwira polisi. Namun Syafruddin tidak merinci identitas orang tua dari salah satu pelaku tersebut.

"Iya betul, tapi yang bersangkutan sudah lama meninggalkan rumahnya dan sudah tidak ada hubungan dengan orangtuanya, termasuk orangtuanya juga dilakukan investigasi secara mendalam," kata Syafruddin di Polda Metro Jaya, hari ini.

Syafruddin mengaku belum bisa menyimpulkan asal kelompok dua pelaku. Menurutnya, saat ini tim Densus 88 masih menelusuri jaringan dan kelompok dua pelaku.

Sementara itu sebelumnya, Kapolres Dharmasraya AKBP Rudy Yulianto mengatakan, pihaknya menemukan atribut ISIS yang digunakan pelaku saat melakukan penyerangan. Menurut Rudy, atribut ditemukan setelah pihaknya melumpuhkan pelaku.

Menurut Rudy, saat terjadi penyerangan, keduanya juga meneriakan kalimat takbir dan thagut kepada petugas.

"Saku di salah satu pelaku kita temukan sepucuk selembar surat (pesan jihad)," kata Rudy Yulianto saat dihubungi Primetime News Metro TV, Minggu 12 November 2017.

Sebelumnya, Markas Polres Dhamasraya Sumatera Barat diserang dua orang tidak dikenal. Seluruh bangunan Mapolres ludes terbakar.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto menjelaskan, peristiwa terjadi dini hari tadi sekitar pukul 02.45 WIB. Api diduga berasal dari ruangan belakang Mapolres.

Personel piket SPK Mapolres Dhamasraya melihat gumpalan asap tebal. Seketika petugas coba memadamkan api sembari mencari pertolongan.

Sekitar pukul 03.00 WIB, dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di Mapolres Dharmasraya untuk memadamkan api yang masih berkobar. Saat proses pemadaman, seorang anggota polisi melihat dua orang mencurigakan membawa busur panah di dekat lokasi. Anggota polisi, kata Rikwanto, langsung melakukan pengepungan.

Kedua orang berbaju hitam itu coba melawan dengan melesatkan sejumlah anak panah. Polisi sempat memberi tembakan peringatan agar keduanya menyerah, namun mereka bergeming. (MTVN/OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya