Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KELOMPOK Kriminal Bersenjata (KKB) yang menyandera ribuan warga kampung Banti dan kampung Kimbely di Distrik Tembagapura Papua mulai melunak. Mereka membolehkan para sandera perempuan keluar dari tempat penyanderaan karena persediaan bahan makanan mulai menipis. Para perempuan tersebut diminta untuk membeli bahan makanan di pasar dan digunakan selama penyanderaan.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto menuturkan kelompok ini hanya membolehkan perempuan yang keluar dari lokasi penyanderaan untuk membeli persediaan makanan. Meski begitu kondisi warga yang disandera saat ini dalam kondisi baik dan tidak menerima kekerasan fisik. Satuan tugas dari TNI dan polri terus memantau kondisi warga yang disandera.
" Iya hanya perempuan saja yang boleh, laki-laki dan anak tidak boleh. Dan sejauh ini komunikasi yang kami dapatkan warga masih baik-baik saja. Secara fisik mereka tidak medapat kekerasan. Tapi secara psikologi tertekan karena orang dilarang dan dibatasi," jelasnya
Hampir sepekan penyaderaan terjadi, aparat gabungan terus berupaya melakukan langkah persuasif dengan mengedepankan negosiasi yang melibatkan tokoh agama dan adat. Hingga saat ini komunikasi dengan KKB belum menemukan titik temu. Pemimpin kelompok bersenjata itu hingga kini tidak membuka ruang komunikasi untuk bernegosiasi.
"Negosiasi tidak bisa menentukan target waktu. Tergantung dari situasi dan kondisi karena para pihak mendapatkan apa yg diharapkan. Kalau sudah dapat bisa deal ya deal, tapi kalau tidak harus melakukan negosiasi terus, komu'nikasi terus," terangnya.
Setyo menjelaskan KKB memiliki senjata yang kemungkinan didapatkan dari penyelundupan senjata di beberapa daerah di Papua.
"Jika senjata rakitan pasti warga lokal yang buat sendiri atau suplai dari daerah sana. Tapi senjata pabrikan pasti itu senjata selundupan yang memang buatan pabrik," ungkapnya
Sebanyak 200 personel satuan tugas terpadu sudah diturunkan ke lokasi sejak beberapa hari lalu. Dugaan KKB bagian dari Organisasi Papua Merdeka menurut Setyo hal itu harus dilakukan pendalaman karena terdapat beberapa kelompok yang ada di lokasi penyanderaan.
"Saya belum menjawab itu harus ada pendalaman dulu karena ada beberapa kelompok di sana," imbuhnya
Sebelumnya Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menuturkan kelompok tersebut merupakan kelompok lama yang berada di tengah ribuan warga yang bertahan hidup dengan mendulang di Kali Kabur. Dalam aksinya kelompok ini menggunakan metode hit and run serta menggunakan warga sebagai tameng untuk bisa mengabulkan permintaan mereka.
"Sebenarnya ini kelompok lama tidak banyak jumlahnya hanya 20-25 orang dengan lima sampai sepuluh senjata api. Mereka hidup di tengah pendulang ini," tandasnya. (OL-7)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved