Cawagub Pendamping Emil Ditentukan Januari 2018

Astri Novaria
09/11/2017 21:27
Cawagub Pendamping Emil Ditentukan Januari 2018
(Ilustrasi)

DPP Partai Golkar resmi mendeklarasikan dukungan kepada Ridwan Kamil-Daniel Mutaqien sebagai bakal pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dalam Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018.

Deklarasi ini diawali pembacaan surat keputusan rekomendasi DPP Golkar terhadap pencalonan Ridwan-Daniel tertanggal 24 Oktober 2017 oleh Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Pemenangan Pemilu Ratu Dian.

"DPP menetapkan Ridwan Kamil sebagai calon kepala daerah berpasangan dengan Daniel Mutaqien sebagai wakil kepala daerah Jawa Barat dalam pilkada serentak putaran ketiga 2018," ujar Dian di DPP Golkar, Jakarta, Kamis (9/11).

Dalam surat itu, diinstruksikan bahwa keputusan tersebut harus ditindaklanjuti Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Jawa Barat yang diketuai Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, untuk mendaftarkan Ridwan-Daniel ke KPUD Jabar sesuai jadwal.

"Keputusan ini bersifat final dan mengikat, final dan mengikat bagi seluruh jajaran pengurus fungsionaris Provinsi Jawa Barat. Segala tindakan yang bertentangan akan dikenakan sanksi," lanjut Dian saat membacakan isi surat keputusan tersebut.

Usai pembacaan SK itu, Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto memimpin penyerahan SK kepada Ridwan-Daniel. Novanto mengatakan, pencalonan Ridwan sudah melalui kajian mendalam. Di satu sisi, pria yang juga menjabat Ketua DPR itu mengatakan Golkar ingin selalu mengutamakan kader sendiri. Tapi pada saat yang sama pihaknya mengakui juga ingin meraih kemenangan.

"Karena itu kita harus bertanya suara rakyat, berbagai lembaga survei kredibel tempatkan Emil di posisi teratas," tandasnya.

Novanto menuturkan, Jawa Barat merupakan barometer nasional yang menjadi target utama Partai Golkar dalam meraup suara. Karena itu, pihaknya betul-betul mengkaji siapa calon gubernur dan wakilnya yang harus didukung.

Dari hasil kajian yang dilakukan, sambung Novanto, menunjukkan bahwa Ridwan yang harus didukung. Dengan adanya kepastian itu Novanto mengimbau kepada para pengurus partai di daerah untuk segera berkoordinasi.

"Basis utama Golkar, dan provinsi ini lumbung suara, barometer nasional. Sehingga yang menguasai Jawa Barat dapat diproyeksi menang politik nasional, baik pileg maupun pilpres. Untuk itu semua kader Golkar di Jabar harus bekerja keras memenangkan Kang Emil dan Daniel, ini tentu yang saya harapkan. Loyalitas kader harus siap dukung Kang Emil,” pungkasnya.

Adapun acara deklarasi ini dihadiri sejumlah pengurus DPP Golkar seperti Sekjen Idrus Marham, Bendahara Umum Robert Kardinal, Ketua Koordinator Bidang Kepartaian Kahar Muzakir, Ketua DPP Aziz Syamsudin hingga Ketua Dewan Pakar Agung Laksono. Sementara Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi tak terlihat hadir.

Ridwan menyampaikan rasa terima kasih terhadap dukungan Partai Golkar terhadap dirinya. Ia mengatakan secara matematis Golkar yang memiliki 17 kursi DPRD Jawa Barat berhak mengajukan kandidat wakil gubernur, yang akan mendampingi dirinya.

Saat ini Ridwan sudah mendapat dukungan dari empat partai, yaitu Golkar, PPP, NasDem, dan PKB. Jika dilihat dari perolehan kursi di DPRD Jawa Barat, Golkar memang tercatat mengantongi kursi lebih banyak, yakni 17 kursi. Sementara PPP memiliki 9 kursi, PKB 7 kursi, dan NasDem 5 kursi.

"Kalau hitungan matematika dengan kursi semakin banyak, hak untuk menjadi wakil akan membuat pertimbangan menjadi mudah untuk dipahami," ujarnya.

Meskipun demikian, ia mengaku masih ada waktu panjang untuk menentukan siapa yang resmi bakal mendampinginya. Dia menargetkan Januari 2018 sudah diputuskan. Ia juga meminta kepada Daniel sebagai cawagub yang diajukan Partai Golkar untuk berkomunikasi dengan partai pendukung lainnya.

"Jadi dengan Pak Daniel ini tolong disampaikan kita lihat reaksinya seperti apa. Tentunya dengan 4 partai koalisi ini sudah mengusung pastilah ada dinamika, misalkan PPP mengusung Pak Uu. Nah, kuncinya adalah sinkronisasi saja. Masih ada sampai Januari untuk kita musyawarahkan masing-masing. Saya kan penganten, ditanya satu-satu kepada partai pengusung. Musyawarah, apa berdasarkan kursi apa elektabilitas, silakan saja dibicarakan, masih ada waktu 2 bulan," ujar Ridwan.

Tak hanya menargetkan saja, dia juga menetapkan syarat bagi siapa yang menjadi cawagubnya yaitu dari segi kepemimpinan dan elektabilitas yang tinggi.

"Punya nilai kepemimpinan kalau backgroundnya dia ulama pengusaha, yang penting punya kepimpinan dan tidak dipaksakam untuk background pendidikan atau kerja kan. Kedua punya elektabilitas. Punya pimpinan tapi tidak populer kan kurang baik. Dua itu aja yang menjadi kriteria," jelas Ridwan.

Namun, dalam dua syarat itu, dia mengakui faktor elektabilitaslah yang akan menjadi fokus pertimbangnnya. Hal itu untuk mempermudah dirinya dalam memenangkan pilgub nanti.

"Karena jangan sampai menjadi wakil saya tapi tidak menambahi elektabilitas. Berarti saya kerja agak repot nanti," pungkasnya.

Sekrjen DPP Partai Golkar Idrus Marham mengatakan, proses penetapan dan pengesahan ini merupakan proses panjang yang sudah dilakukan melalui berbagai kajian.

Partainya selama ini memang sering mengutamakan kader sendiri, tetapi ketika di saat bersamaan ingin meraih kemenangan dan ada potensi yang lebih memungkinkan, maka DPP harus memilih kemungkinan itu.

“Jawa Barat ini lumbung suara yang besar. Hampir 34-35 juta pemilih atau 20% suara nasional ada di sana. Kami juga pikirkan kekuatan teritori sehingga memilih Daniel, kader muda kami yang dari kawasan pantura. Di situ ada sekitar 14 sampai 15 juta pemilih dari total 35 juta tadi. Jadi pasangan ini saling melengkapi,” ucapnya.

Mengenai komunikasi dengan partai lain soal pilihan Golkar atas Daniel, Idrus menyebut akan membuka diskusi. Bahkan Idrus tak segan mendatangi para ketua partai koalisi.

“Secara informal sudah dibicarakan. Dan empat partai pengusung niatnya sama, kami semua memiliki prinsip yang sama bahwa Jabar adalah wilayah yang besar dan majemuk sehingga harus dipimpin bersama-sama juga,” pungkasnya.

Calon Wakil Gubernur Jawa Barat yang diusung Golkar Daniel Muttaqien mengaku akan bergerak maksimal memenangkan Ridwan Kamil terutama di wilayahnya yakni kawasan Pantura. Dia optimistis dengan kekuatan teritori yang dia miliki karena selain anggota DPR RI dari Dapil Indramayu-Cirebon, ayahnya Irianto MS Syafiudin juga tokoh berpengaruh di sana.

“Ibu juga kebetulan masih menjabat sebagai Bupati Indramayu dan ini tentu akan berdampak besar. Bukan hanya di Indramayu saja ya, tapi di seluruh wilayah pantura akan kita garap semua. Saya akan berusaha untuk menaikkan elektabilitas. Saya akan memaksimalkan di wilayah Pantura menaikkan elektabilitas pasangan Ridwan-Daniel,” pungkasnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya