AHY : Saya Siap Penuhi Panggilan Sejarah

Rudi Kurniawansyah
05/11/2017 13:48
AHY : Saya Siap Penuhi Panggilan Sejarah
(Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) -- ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

AGUS Harimurti Yudhoyono (AHY) menolak pelabelan sebagai the next leader yang kian melekat ditempelkan pada diri putra sulung mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu. Agus tidak ingin terperangkap dalam stigma pelabelan tak berdasar itu.

"Saya tak ingin terjebak pelabelan. Survei-surveian. Saya saat ini ingin mempersiapkan diri dengan baik. Belajar dari pengalaman agar saya siap memenuhi panggilan sejarah jika panggilan itu datang," ungkap Agus yang ditemui saat sedang menikmati wisata kuliner durian di sela-sela kunjungannya di Pekanbaru, Riau, kemarin.

Dengan memakai kemeja biru, Agus yang kini menjabat sebagai Direktur Lembaga Yudhoyono Institute, lembaga think tank nirlaba yang didirikannya pada 28 Oktober 2017 lalu mengatakan ingin banyak belajar, mendengar dan memahami. Setelah secara legowo dan lapang dada menerima kekalahan dalam Pilkada DKI pada 2016, Agus semakin rajin mengunjungi para elit politik nasional dan daerah. Termasuk menjumpai Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla di kediamannya di Makassar, dan terakhir dengan Ketua Partai Gerindra Prabowo Subianto.

"Anything is posible. Saya ingin membangun jembatan dan komunikasi dengan berbagai tokoh. Berdiskusi tentang berbagai hal dan realita dunia hari ini dan implikasinya bagi Indonesia. Tidak ada bicara soal politik," papar Agus sembari menikmati makan ketan durian.

Dia mengungkapkan saat bertemu dengan Presiden Joko Widodo yang turut didampingi putra sulungnya Gibran Rakabuming, Agus yang kini lebih dikenal dengan AHY membahas tentang masa depan Indonesia dan bagaimana menjadi pemenang pada Abad 21. Saat bertemu Wapres Jusuf Kalla di Makassar, AHY menyampaikan undangan dan memohon doa restu pendirian lembaga Yudhoyono Institute yang digagasnya. Adapun saat bertemu Prabowo Subianto lebih banyak berdiskusi dengan situasi Indonesia terkini dan ajakan untuk bekerjasama.

"Alhamdulillah, saya diterima dengan baik. Kami berdiskusi tentang Indonesia. Ada ajakan kerjasama. Tidak selalu sama dan tidak juga berbeda," jelas AHY.

Agus mengatakan untuk menjadi bangsa pemenang Indonesia harus memenuhi tiga pra syarat yaitu, Indonesia harus aman, harus adil dan sejahtera, serta harus mendunia. Karena itu, para elit dan tokoh bangsa bersama seluruh komponen masyarakat mesti berusaha menyiapkan bangsa Indonesia yang unggul karakter dan kepemimpinan.

"Sebab itu, proses yang paling penting. Proses tidak akan pernah mengkhianati. Saat ini orang yang banyak melabelkan saya sebagai the next leader. Saya tak ingin terjebak penlabelan itu," tegas Agus.

Dalam suasana akrab dan santai, Agus mengaku rindu dengan Pekanbaru, dan berharap perjalanan ini akan menjadi kenangan manis baginya. "Saya rindu tentunya dengan Pekanbaru dan Riau secara keseluruhan. Saya juga sangat menikmati perjalanan ini walaupun hanya sebentar, tetapi insya Allah penuh kenangan," tutur Agus.

Pada kunjungan ketiganya di Riau, selain menikmati keindahan alamnya, AHY juga menikmati wisata kuliner yang ditawarkan oleh Bumi Lancang Kuning ini. Agus mengaku bahwa dari pagi sampai malam tidak henti-hentinya mencicipi dan mencoba sejumlah makanan khas Riau. "Saya juga menikmati keindahan alam Kota Pekanbaru, kemudian kulinernya juga top. Dari pagi sampai malam gak berhenti-berhentinya makan," kata Agus. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya