Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PARTAI Persatuan Pembangunan (PPP) bukanlah partai pemenang hasil survei, sehingga perlu kerja keras untuk masuk tiga besar dalam Pemilu 2019.
"PPP ingin menjadi pemenang pemilu bukan pemenang survei, meskipun beberapa pengamat pesimistis terhadap perolehan suara partai berbasis Islam. Namun kita optimistis masuk tiga besar di Pemilu 2019," kata Ketua Umum PPP Romahurmuziy dalam rapat koordinasi wilayah (Rakorwil) dan Latihan Kepemimpinan Kader Madya (LKKM) PPP se-Provinsi Kalimantan Barat di Pontianak, Sabtu (4/11).
Di sisi lain Romahurmuziy menekankan kepada struktur dan mesin politik dari pusat hingga daerah, bekerja keras mencapai target masuk tiga besar dalam Pemilu 2019.
Romi, sapaan Romahurmuziy, menuturkan ada survei yang kredibel mengungkapkan bahwa PPP dalam skema politik yang terarah, menyebutkan posisi PPP di urutan keenam dalam kancah nasional.
Hal itu, menurut dia, menjadi sinyal positif karena masih ada waktu 19 bulan jelang Pemilu 2019, untuk mempersiapkan diri mencapai target prestisius tersebut.
"Dalam waktu 19 bulan bisa naik ke peringkat tiga bukan mustahil. Kita sudah membuktikannya di 1999 dan 2004, mari buktikan kembali di 2019, dan pada akhirnya di 2024 targetnya menjadi partai pemenang pemilu," ujarnya seperti dilansir Antara.
Romi mengingatkan bahwa kinerja partai diukur dengan prestasi dan PPP merumuskannya dengan meraih sukses pemilihan kepala daerah (Pilkada), sukses pemilu legislatif (Pileg), dan sukses pemilu presiden (Pilpres).
Dia menjelaskan, sukses Pilkada akan mengantarkan PPP sukses Pileg dan Pilpres. Logikanya, ketika banyak kepala daerah yang diusung serta didukung PPP, seharusnya otomatis perolehan kursi partai tersebut di legislatif bertambah.
"Keputusan partai di Pilkada berdasarkan realitas karena kalau PPP tidak mampu mengusung sendiri, maka harus berkoalisi. Lalu PPP tidak harus mengusung kadernya di semua daerah yang mengadakan Pilkada karena melihat realitas politik," tambahnya.
Romi meminta kepada seluruh kader tidak saling bertengkar ketika proses pembukaan caleg, karena yang dibutuhkan ialah caleg yang memiliki kemampuan di tengah kondisi masyarakat yang semakin materialistis.
"DPC melakukan scanning untuk melihat siapa yang terbaik untuk dicalonkan, dari dalam maupun luar PPP. Di pencalegan, 40% dari luar untuk kuatkan dan berikan visi baru serta bersama untuk mewujudkan tiga besar," tandas Romi.
Untuk Pilpres 2019, Romi menambahkan PPP sudah bulat mendukung Joko Widodo dan berharap partainya bisa mengajukan calon wakil presiden mendampingi Jokowi. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved