Partai Solidaritas Indonesia Mulai Seleksi Caleg

Christian Dior Simbolon
04/11/2017 19:47
Partai Solidaritas Indonesia Mulai Seleksi Caleg
(ANTARA)

PARTAI Solidaritas Indonesia (PSI) menggelar uji kelayakan bakal calon anggota legislatif DPR RI di Kantor PSI, Wahid Hasyim, Jakarta, Sabtu (4/11).

Dengan melibatkan panelis dari sejumlah tokoh di berbagai bidang, PSI berharap dapat menjaring caleg-caleg kompeten dan berintegritas untuk diusung menjadi caleg PSI pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2019.

"Kata kuncinya transparansi dan profesional. Kita melibatkan panelis dari akademisi dan tokoh-tokoh supaya uji kompetensi benar-benar transparan dan yang terpilih adalah orang yang tepat. Ini bukan menjadi ajang transaksional," ujar Grace di sela-sela uji kompetensi.

Grace mengungkapkan, untuk seleksi kali ini, PSI mengundang pakar politik Djayadi Hanan, dosen politik Universitas Indonesia Sri Budi Eko Wardani, mantan Wakil Ketua KPK Bibit Samad Rianto, mantan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Guru Besar Psikologi UI Hamdi Muluk dan mantan Komisioner Komnas Perempuan Neng Dara Affiah sebagai panelis.

Untuk tahap pertama, menurut Grace, para panelis ditugaskan menyeleksi 50 bakal calon legislatif PSI. "Proses seleksi bukan internal partai, tapi kami mengundang tokoh-tokoh masyarakat yang kredibel di bidangnya masing-masing. Panita seleksi independen dan merekalah yang akan mengadakan wawancara," jelasnya.

Grace mengatakan, proses seleksi dilakukan secara terbuka. Publik bahkan bisa melihat langsung proses seleksi via streaming di Facebook. "Tidak ada yang ditutup-tutupi. Orang-orang ini nanti bertanggung jawab memuat legislasi undang-undang aturan yang berlaku untuk 250 juta orang jadi harus transparan," cetusnya.

Pada kesempatan yang sama, Hamdi Muluk mengapresiasi mekanisme seleksi caleg yang digelar PSI. Menurut dia, seleksi caleg berbasis transparansi dan meritokrasi merupakan kunci menghasilkan anggota DPR RI yang kompeten dan punya integritas.

"Kalau di partai-partai kebanyakan, boro-boro terima caleg dari luar, di dalam juga sudah cakar-cakaran. Untuk masuk ngetok-ngetok pintu saja sudah harus bayar. Karena oligarkinya sudah mapan. Tapi, kalau di sini ada transparansi dan asas meritokrasi jadi yang utama," ujar Hamdi.

Senada, Sri Budi Eko Wardani mengatakan, mekanisme seleksi caleg yang dijalankan PSI layak untuk ditiru partai-partai lain. "Sehingga calon pemilih bisa mengetahui sejak awal siapa dan bagaimana rekam jejak caleg yang akan mereka pilih nanti," ujarnya.

Bibit Samad Riyanto menegaskan, setiap caleg harus memiliki integritas. "Jangan sekarang anti korupsi setelah di dalam, malam senang korupsi. Itu yang tidak kita harapkan. Orang punya integritas orang itu mau dan berani bekerja dengan baik dan benar, walaupun tidak ada seorang pun yang melihatnya," tuturnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya