Generasi Milenial Bahagia di Bawah Pemerintahan Jokowi-JK

Christian Dior Simbolon
03/11/2017 22:59
Generasi Milenial Bahagia di Bawah Pemerintahan Jokowi-JK
(MI/Adam Dwi)

MAYORITAS generasi milenial (usia 17-29 tahun) puas dengan kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Hal itu terungkap dari hasil survei yang dirilis Centre For Strategic International Studies (CSIS) di Gedung CSIS, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (3/11).

"Tingkat optimisme terhadap kemampuan pemerintah masih cukup tinggi. Sebanyak 70,8% gererasi milenial menyatakan puas terhadap kinerja Jokowi-JK selama tiga tahun terakhir," ujar peneliti CSIS Yose Rizal saat memaparkan hasil survei.

Survei CSIS digelar pada periode 23-30 Agustus 2017 dengan menggunakan metode multistage random sampling. Sebanyak 600 responden dilibatkan dalam survei ini. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tatap muka secara proporsional di 34 provinsi.

Survei menunjukkan bahwa hanya 29% generasi milenial yang merasa tidak puas. Sebanyak 0,2% tidak menjawab atau menjawab tidak tahu. Selain generasi milenial, CSIS juga merekam kepuasan generasi non milenial (berusia di atas 30 tahun) dalam survei tersebut.

"Tercatat tingkat kepuasan generasi non milenial juga relatif sama, yaitu di angka 70,2%. Yang tidak puas sebanyak 29,6% responden yang disurvei," imbuh Yose.

Bidang ekonomi menjadi salah satu penyumbang kepuasan publik. Dalam survei tersebut ditemukan bahwa secara umum golongan milenial merasakan kondisi ekonomi keluarga lebih baik dibandingkan lima tahun yang lalu.

"Angka kepuasan yang dirasakan golongan milenial itu sebesar 48,7%, lebih tinggi daripada nonmilenial yakni 36,6%," jelas Yose.

Berdasarkan survei ini, golongan milenial dan nonmilenial mengaku bahagia dengan kehidupan mereka. Persentase masing-masing golongan cukup besar, yakni 91,2% untuk golongan milenial dan 89,3% untuk golongan nonmilenial.

Tak hanya itu, Survei CSIS juga merekam preferensi calon presiden di kalangan generasi milenial. Survei menunjukkan bahwa Joko Widodo dan Prabowo Subianto menjadi dua calon presiden yang paling banyak dipilih responden.

Jokowi dipilih sebesar 33,3% responden sedangkan Prabowo dipilih 25% responden. "Porsi dukungan untuk dua tokoh utama masih cukup kuat, yaitu Pak Prabowo dan Pak Jokowi," ujar peneliti CSIS Arya Fernandes melanjutkan paparan hasil survei.

Namun demikian, menurut Arya, generasi milenial juga membuka peluang munculnya tokoh-tokoh baru. "Nah, misalnya tokoh itu yang dianggap mewakili harapan baru, misalnya muncul Ridwan Kamil, AHY (Agus Harimurti Yudhoyono). Mereka menyeleksi dari tokoh baru yang sesuai bagi harapan mereka," jelasnya.

Selain Jokowi dan Prabowo, tercatat sejumlah nama baru dipandang cukup layak untuk jadi capres oleh generasi milenial. Di bawah Prabowo, ada nama Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dengan elektabilitas 5,8%, disusul Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (4,8%), Panglima TNI Gatot Nurmantiyo (4,2%), dan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnakma (3,5%).

Dijelaskan Arya, preferensi generasi milenial sangat dipengaruhi oleh perkembangan teknologi dan media sosial. Survei CSIS menunjukkan, Joko Widodo mendapatkan suara terbanyak dari pemilik akun Facebook, yaitu 30,6%, sedangkan Prabowo mendapat suara terbanyak dari Twitter, Path, dan Instagram, dengan rata-rata di atas 20%.

"Generasi berusia 17-29 tahun umumnya jauh lebih melek teknologi dibandingkan generasi usia 30 tahun ke atas. Generasi milenial juga lebih banyak mengakses ke media sosial ketimbang surat kabar. Karena itu, preferensi di media sosial dan internet juga penting untuk diperhatikan," tandasnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya