Ridwan Kamil Makin Moncer, Uu Ungguli Daniel

Bayu Anggoro
03/11/2017 20:54
Ridwan Kamil Makin Moncer, Uu Ungguli Daniel
(ANTARA FOTO/Novrian Arbi)

NAMA Ridwan Kamil makin moncer dalam pertarungan pemilu Gubernur Jawa Barat 2018. Ia meninggalkan jauh kandidat calon gubernur lainnya seperti Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi.

Deddy yang sebelumnya disebut-sebut sebagai pesaing kuat Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, malah terjun bebas karena elektabilitasnya menurun drastis. Hal ini terungkap saat pengumuman hasil survei Indo Barometer, di Bandung, Jumat (3/11).

Menurut perwakilan Indo Barometer Hadi Suprapto, survei yang dilaksanakan di wilayah Jawa Barat pada 11-15 Oktober itu menggunakan 800 responden dengan margin of error (+-) 3,46%. Sedangkan tingkat kepercayaannya diklaim 95%.

Survei dilakukan untuk mengetahui peta dukungan dan profil kandidat. Dari berbagai simulasi yang dilakukan, hasil survei menyimpulkan Emil tetap bercokol di posisi teratas dengan persentase dukungan 41,6%, disusul Dedi dengan persentase 18,9%, dan Deddy 14,2%.

Dalam simulasi empat kandidat calon gubernur, lanjut Hadi, Emil menempati posisi teratas dengan persentase 43,8%, Dedi 19,6%, Deddy 17,1%, dan Dede Yusuf 4%.

Sementara dalam simulasi tiga kandidat, Emil semakin kokoh dengan persentase 46,4%, Dedi 19,2%, dan Deddy 16,9%. Hadi menambahkan, dalam simulasi berhadap-hadapan antara Emil dan Dedi, nama Wali Kota Bandung ini melesat jauh meninggalkan Bupati Purwakarta tersebut dengan persentase 50,9%. Sementara Dedi tertinggal jauh dengan persentase 21%.

"Berdasarkan berbagai simulasi yang kami lakukan, Ridwan Kamil masih dominan. Bahkan jarak dengan figur lainnya hampir 20%," ungkap Hadi.

Disinggung posisi Deddy yang tersalip Dedi, menurut Hadi prestasi yang diraih Dedi tidak lepas dari kerja politik yang dilakukan Bupati Purwakarta itu.

Hadi menyebut, blusukan yang kerap dilakukan Dedi ke berbagai pelosok daerah mampu mendongkrak popularitas dan elektabilitasnya, hingga mampu menyalip Deddy.

"Dedi Mulyadi memang menyalip Deddy Mizwar. Hasilnya berbeda dari hasil survei kami beberapa waktu lalu," ujarnya.

Di lain sisi, pihaknya menilai Deddy Mizwar gagal melakukan kapitalisasi dukungan sebagai seorang petahana. Padahal, hasil survei menunjukkan kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar cukup baik, di atas 50%.

"Kinerja pemerintahan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar ini baik, ada di angka 60%. Tapi lewat survei, respons masyarakat yang ingin Deddy Mizwar kembali melanjutkan pemerintahan hanya 31,6%. Tidak buruk sebenarnya, tapi untuk seorang incumbent itu angka yang kecil," tuturnya.

Biasanya, papar Hadi lagi, jika kepuasan masyarakat terhadap petahana meningkat, pilihan lari ke calon petahana. "Tapi justru saat ini larinya ke Ridwan Kamil, ini jadi kegagalan (Deddy Mizwar)," sambungnya.

Sementara itu, nama Uu Ruzhanul Ulum muncul sebagai calon wakil gubernur tertinggi. Uu unggul atas Daniel Muttaqien yang juga sama-sama diusulkan sebagai pendamping Emil.

Kedua tokoh itu pun hadir dalam pemaparan hasil survei tersebut. Uu mengungkapkan dia sangat optimistis untuk terus melakukan upaya sosialisasi ke warga, dengan datang ke kota dan kabupaten di Jawa Barat.

"Sebagai politisi modal saya yaitu yakin dan optimis dengan tidak putus asa. Sosialisasi terus berjalan. Nanti pada Minggu saya ke Ciamis, Banjar, dan Pangandaran," tukas Uu.

Sejauh ini nama Uu memang yang paling santer mendampingi Emil di koalisinya seperti NasDem, PPP, dan PKB. Dia juga menyebut sudah menyiapkan nama jika jadi berpasangan dengan Emil, yakni Rindu (Ridwan-Uu).

"Nama 'Rindu' itu datang dari relawan, simpatisan, dan masyarakat. Saat deklarasi DPP PPP, wartawan pun sempat nanya apa nama jargonnya, Kang Emil maunya sih Milu (Emil-Uu). Jadi, kami akan konsultasikannya kembali, mudah-mudahan nama Rindu pas," ungkapnya.

Uu menyebut mobilnya hingga billboard telah ia poles dengan tulisan Rindu.

Hadi melanjutkan, masih banyak waktu bagi Uu terus mensosialisasikan dirinya sebagai calon wakil Emil. Menurutnya, tingkat popularitas dan elektabilitas Bupati Tasikmalaya ini masih harus digenjot lagi.

"Terus sosialisasi ke masyarakat. Itu cara terbaik untuk meningkatkan popularitas dan elektabilitas," katanya.

Dalam kesempatan itu, Hadi mengatakan, hasil survei dan persepsi elite politik saat ini juga menghasilkan kesimpulan jika Pilgub Jawa Barat akan diramaikan oleh maksimal empat pasangan.

Pasangan pertama, yakni Ridwan Kamil yang didukung NasDem, PKB, PPP dan Golkar. Sementara wakilnya saat ini ada Uu (PPP). Pasangan kedua, yakni Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu yang didukung PAN, PKS dan Gerindra.

"Sementara Poros PDIP untuk pasangannya masih dalam penggodokan. Awalnya ada 10 orang, tapi update tadi malam sudah ada tiga nama yang mengerucut didukung oleh PDIP. Ada Dedi Mulyadi, Anton Charliyan dan Iwa Karniwa, namun wakilnya masih belum jelas," ungkap Hadi.

Adapun pasangan keempat akan diusung Golkar, Demokrat, dan Hanura. Koalisi ini diprediksi akan mengusung Dedi Mulyadi dan wakilnya antara Iwan Sulandja, Dede Yusuf, dan Irfan Suryanagara. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya