PAN: Dua Kesempatan Beda Pandangan, Jangan Diartikan Bersebrangan

Astri Novaria
03/11/2017 14:13
PAN: Dua Kesempatan Beda Pandangan, Jangan Diartikan Bersebrangan
(ANTARA)

Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno menyebutkan, pihaknya akan mengkaji keinginan dari Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais untuk keluar dari koalisi pemerintah.

"Selaku pendiri partai dan Ketua Dewan Kehormatan, tentu pernyataan Pak Amien akan kami kaji dan renungkan secara mendalam. Kami senantiasa hormati pikiran serta pernyataan beliau dan akan melakukan pembahasan di tingkat DPP atas pernyataan tokoh Reformasi yang bukan hanya tokoh PAN, namun juga tokoh bangsa," ujar Eddy, hari ini.

Namun sejauh ini, kata dia, PAN masih berkomitmen untuk mendukung pemerintah sampai tahun 2019. Ia menyebutkan, meskipun ada perbedaan pendapat dengan pemerintah, bukan diartikan untuk keluar dari koalisi pemerintahan. Artinya PAN masih setia dengan pemerintah.

"Kita terbukti mendukung berbagai kebijakan pemerintah, baik dari aspek legislasi maupun melalui eksekutif-eksekutif PAN yang ada di daerah (para kepala daerah). Jika dalam satu atau dua kesempatan kita berbeda pandangan, jangan langsung diartikan sebagai "berseberangan" dengan pemerintah. Kita adalah mitra yang loyal dan berkomitmen namun juga kritis dan obyektif dalam menyampaikan pandangan kami," jelasnya.

Adapun sebelumnya, Ketua Majelis Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais meminta partainya untuk keluar dari koalisi pemerintah Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla. Ia tak ingin PAN dicap sebagai partai politik pendukung negara yang tidak melayani masyarakat.

"Kalau tidak keluar, PAN akan dikenal sebagai partai yang lahir dari rahim reformasi, tapi ujung-ujungnya pendukung negara yang meladeni kepentingan pengembang, bukan rakyat," ujar Amien. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya