Mabes Polri Konfirmasi Penangkapan Empat Terduga Teroris di Bima

Antara
02/11/2017 21:19
Mabes Polri Konfirmasi Penangkapan Empat Terduga Teroris di Bima
(ANTARA)

TIM Detasemen Khusus 88 Antiteror kembali menangkap empat orang terduga teroris berinisial RJ, AM, AB, dan SR di Bima, Nusa Tenggara Barat, yang diduga ikut terlibat dalam kasus penembakan anggota polisi di Kota Bima pada 11 September 2017.

"Pada Rabu (1/11) kemarin dilakukan penangkapan terhadap RJ, AM, AB, dan SR," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul, di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (2/11).

Penangkapan keempatnya dilakukan menyusul penangkapan tujuh pelaku lainnya yang dua diantaranya tewas. Dalam aksi penembakan terhadap polisi di Bima, Martinus merinci RJ terlibat sebagai pengantar logistik, AM membeli senjata api bersama M Ikbal Tanjung.

Sementara AB mengetahui dan memotivasi rekan-rekannya yang lain sebelum terjadinya peristiwa penembakan terhadap Bripka Abdul Ghofur, membantu mendanai aksi teror tersebut dan membantu melarikan para pelaku penembakan.

"AB ini yang mengetahui dan memotivasi empat orang temannya untuk melakukan tindakan penyerangan anggota Polri," katanya.

Sementara SR merupakan pembuat senjata api asal Dompu, NTB. Sebelumnya, dua orang anggota kelompok jaringan teror di Bima tewas saat
terlibat kontak senjata dengan tim Densus 88. Keduanya ialah Amir alias Dance dan Yaman.

Mendiang Amir merupakan eksekutor penembakan terhadap Bripka Abdul Ghofur. Sementara mendiang Yaman diketahui merupakan orang yang membonceng Ikbal saat menembak Bripka Zaenal.

Selanjutnya, Densus 88 menangkap lima pelaku lainnya yakni Muhammad Ikbal Tanjung, Abdul Hamid alias Dami, Jasman Ahmad, Yaser bin Thamrin dan Arkam. Dari hasil penyidikan diketahui bahwa Ikbal merupakan pelaku penembak Bripka Zaenal.

Sementara Abdul Hamid dan Jasman Ahmad sebagai pemberi bantuan logistik kepada para pelaku yang melarikan diri. Yaser bin Thamrin dan Arkam diketahui ikut dalam pelatihan fisik yang dilakukan Jemaah Ansharut Daulah (JAD) Bima.

Mereka diduga terkait dengan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan mendiang Santoso alias Abu Wardah di Poso, Sulawesi Tengah. Kendati demikian belum diketahui apakah para pelaku pernah ke Poso atau tidak. Kesembilan pelaku tersebut dibawa ke Jakarta untuk diperiksa secara intensif.

"Mereka dibawa ke Jakarta hari ini untuk pemeriksaan lebih mendalam," katanya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya