Ketum PAN : Tak dukung Perpu Bukan Berati tidak Dukung Pancasila

Dero Iqbal Mahendra
31/10/2017 11:54
Ketum PAN : Tak dukung Perpu Bukan Berati tidak Dukung Pancasila
(Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan memberikan paparan saat Sosialiasi Empat Pilar MPR di Banda Aceh, Senin (30/10). -- ANTARA FOTO/Ampelsa)

KETUA Umum PAN Zulkifli Hasan menyerukan agar masyarakat Indonesia bersatu dan merajut berbagai perbedaan dan kesalah pahaman muncul di masyarakat belakangan ini. Dalam hal ini pemersatu tersebut dengan menggunakan pancasila.

Pancasila itu adalah dasar dan ideologi negara sehingga menjadi sumber dari segala sumber hukum dan fundamental pemikiran yang mendalam. Di sisi lain pancasila juga menjadi suatu pandangan hidup, sehingga hal tersebut harus menjadi bagian dari prilaku berbangsa dan bernegara dari orang Indonesia.

Ketua MPR tersebut menegaskan bahwa perilaku yang dimaksud adalah prilaku yang mempersatukan bukan justru prilaku yang memecah belah. Atau juga bukan prilaku yang mengkelompok kelompokkan, bukan juga yang mengkotak-kotakkan.

"Apalagi kalau pancasila dibawa ke pilkada. Pancasila itu bukan soal dukung mendukung gubernur, itu pilkada karena kontestasi dalam negeri yang berupa pilihan. Pancasila juga bukan juga soal dukung mendukung perpu, oleh sebab itu bukan berati kalau dukung perpu itu pancasila dan kalau tidak mendukung perpu anti pancasila, ini ngawur," ujar Zulkifli dalam paparan sosialisasi empat pilar di Banda Aceh, kemarin.

Lebih lanjut dirinya juga menyebutkan setelah 72 tahun kemerdekaan dan 19 tahun masa reformasi Indonesia masih dikepung oleh berbagai persoalan berbagai pemahaman yang salah sehingga perlu untuk diluruskan. Sebab pemahaman keagamaan dan kebangsaan sebetulnya saling menopang satu dengan lainnya.

Misalnya saja menjadi pemeluk agama yang taat adalah jalan menjadi warga negara yang baik. Beragama sendiri merupakan pangkal dari berbangsa bagi umat islam, dan dirinya juga meyakini bahwa dalam agama lain pun juga memiliki prinsip yang sama.

Dirinya menekankan agar jangan ada sikap saling mengkotak-kotakan serta berkelompok kelompok sebab semua adalah saudara. Perbedaan yang ada harus di hormati dan yang sudah sama tidak perlu dibeda-bedakan karena prinsipnya harus saling hormati dan saling menghargai.

Dirinya khawatr dengan semakin banyak perpecahan yang ada dan juga pertengkaran antar sesama masyarakat di Indonesia justru akan menguntungkan pihak asing. Dengan berdebat dan berkelahi karena hal yang tidak penting pihak asing dalam saat yang sama juga dapat mengeruk kekayaan Indonesia seperti yang terjadi pada era penjajahan belanda dahulu. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya