Ketua MPR : Jangan Memilih Karena Hutang Budi

Dero Iqbal Mahendra
31/10/2017 11:26
Ketua MPR : Jangan Memilih Karena Hutang Budi
(Ketua MPR Zulkifli Hasan (kiri) memberikan paparan saat Sosialiasi Empat Pilar MPR di Banda Aceh, Senin (30/10). -- ANTARA FOTO/Ampelsa)

MEMASUKI tahun politik salah satu ke khawatiran yang selalu muncul timbul adalah merebaknya politik uang disaat kampanye atau jelang pemcoblosan. Sayangnya sering kali pemilih merasa sungkan bila tidak memilih pasangan calon tersebut karena telah menerima sesuatu dari bakal calon tertentu.

Padahal dengan pola yang terus menerus tersebut menjadikan persaingan politik yang tidak sehat dan juga menggeser indikator calon dari keahlian dan kinerja calon menjadi hanya berkekuatan modal. Untuk itu Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengingatkan kepada masyarakat agar jangan memberikan pilihan hanya karena adanya pemberian dari salah satu calon.

"Dalam memilih para wakil baik itu DPRD, DPR, Presiden dan lainnya itu jangan karena merasa hutang budi karena pemberian yang dilakukan kepada kita. Perhatikan lagi apakah mereka datang lagi untuk memperjuangkan aspirasi kita, itu lah yang menjadi pertimbangan. Kalau bapak ibu meyakini bahwa calon itu yang paling baik maka piihlah dia," terang Ketua MPR RI Zulkifli Hasan disela sosialisasi empat pilar di Banda Aceh, Senin (30/10)

Menurut dirinya dengan memilih sesuai dengan kesadaran dan berdasarkan kemampuan calon maka tentu akan memberikan berkah bagi bangsa dan masyarakat itu sendiri. Namun jika memang segala sesuatu dalam pemilihan tersebut karena uang atau pemberian maka tidak akan ada nilai kebaikan di dalam nya.

Dampak langsung dari hal itu menurut dirinya dapat dilihat langsung pada situaasi saat ini yang memang dengan mudahnya saling menghujat dan menghina sedikit banyak juga disebabkan adanya fenomena money politik. Belum lagi hasil dari pilihan pilihan tersebut sering kali tidak amanah dalam mengemban tugas dan jabatannya yang dapat terlihat dengan maraknya pimpinan daerah yang terjaring dalam operasi tangkap tangan Komisi Pemberantaasan Korupsi.

Untuk menghentikan pola tersebut masyarakat harus terlibat dengan menghentikan memilih calon berdasarkan pemberian namun harus diperhatikan kemampuan dan integritasnya. Jika memang para calon tersebut ingin memberikan uang Zulkifli tidak melarang masyarat menerima uang tersebur, namun dirinya mengingatkan pilihan masyarakat dalam pemilu jangan karena adanya pemberian tersebut.

"Kalau memang mereka mau memberikan uang atau pemberian apapun silahkan saja, tetapi kita memilih bukan karena hal itu. Kita memilih karena berdaulat dan tidak diengaruhi oleh apapun kecuali akal sehat," tegas Zulkifli.

Sehingga diharapkan kedepannya akan muncul calon calon pemimpin yang amanah. Baik itu DPR yang amanah, Bupati yang amanah Gubernur yang amanah hingga Partai pun juga akan amanah dalam menjalankan tugasnya. Sehingga dengan begitu kemakmuran akan datang kepada bangsa Indonesia. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya