Belum ada Kejelasan Kasus Penyerangan Novel di Hari ke-200

Damar Iradat
30/10/2017 11:52
Belum ada Kejelasan Kasus Penyerangan Novel di Hari ke-200
(MI/Rommy Pujianto)

KASUS penyiraman air keras ke wajah Novel Baswedan tak kunjung terang. Terhitung, sudah 200 hari Novel disiram air keras selepas salat subuh di masjid dekat kediamannya, tapi pelaku belum tertangkap.

Pagi tadi, saat melaksanakan upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda, para pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengenakan pita hitam. Pita hitam itu disebut sebagai simbol peringatan 200 hari kasus Novel.

Ditemui usai upacara, Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif mengatakan, aksi tersebut tak terencana. Para pegawai mengambil inisiatif tersebut, lantaran kasus Novel terkatung-katung di kepolisian.

"Itu wadah pegawai secara spontan untuk memeringati 200 hari. Karena, sampai sekarang belum ditemukan penyerangnya," kata Laode di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin, 30 Oktober 2017.

Laode menambahkan, sampai saat ini pihak KPK masih terus intensif menjalin komunikasi dengan kepolisian untuk mengusut kasus penyidik senior KPK itu. Komunikasi dilakukan secara informal.

Ia juga mengatakan, polisi sedianya mengaku kesulitan mengungkap kasus Novel. Namun, tim independen belum dibutuhkan.

"Menurut mereka kasusnya sulit, tapi mudah-mudahan bisa ditemukan. Info terakhir mereka menemukan beberapa clue, tapi belum dipresentasikan," tuturnya.

Novel disiram air keras usai salat subuh tak jauh dari rumahnya di Jalan Deposito depan Masjid Al Ikhsan RT 03/10 Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa 11 April 2017. Pelaku melarikan diri dan hingga kini polisi tak mampu mengungkapnya.

Kondisi Novel saat ini juga masih terus menjalani perawatan di Singapura. Terakhir, tim dokter merampungkan pemeriksaan retina dan glaukoma mata Novel. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya