Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERINGATAN Sumpah Pemuda harus dimaknai sebagai upaya untuk menyatukan segala perbedaan menjadi sebuah kekuatan. Masyarakat pun tidak boleh terbelah dan sejatinya tetap memelihara serta menjaga kerukunan tanpa memandang suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
Ketua DPW Garda Pemuda NasDem DKI Jakarta Nova Harivan Paloh mengingatkan bahwa persoalan kondisi kebangsaan yang saat ini mulai lentur, jangan dibiarkan semakin parah. Oleh karena itu semua pihak pun wajib bersatu dalam menjaga keutuhan NKRI.
"Bahwa esensi sumpah pemuda itu ialah untuk menyatukan semua perbedaan yang ada. Jangan pula kita hanya mengedepankan suku, ras, dan agama," ujar Nova saat memberikan sambutan dalam acara Dialog Empat Pilar Kebangsaan dan Memperingati Hari Sumpah Pemuda, di Jl Bina Warga RW 07, Kalibata, Jakarta, Sabtu (28/10).
Kegiatan tersebut terselenggara atas kerja sama DPW Garda Pemuda NasDem DKI Jakarta dan Fraksi MPR Partai NasDem. Selain dialog 4 pilar, ratusan masyarakat RW 07 juga diberikan pemahaman tentang bahaya narkoba serta sejarah perjuangan pemuda ketika menaklukkan penjajah.
Garda Pemuda NasDem Jakarta sengaja memilih lokasi di permukiman untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Alasannya agar tercipta suasana yang lebih melekat bersama warga serta bisa berdialog interaktif ketimbang menggelar acara di dalam gedung.
"Garda Pemuda NasDem ingin terus menerus menciptakan kerukunan antarsuku, ras, dan agama. Di sini kita juga memberikan 100 bibit pohon buah agar nantinya dapat tumbuh dan menghasilkan buah yang bagus seperti buah kerukunan di NKRI," ujar Nova yang disambut riuh tepuk tangan warga.
Anggota MPR dari Fraksi Partai NasDem DPR RI Irma Suryani Chaniago mengimbau kepada masyarakat setempat bahwa keutuhan 4 pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, sedianya tetap dijaga.
"Ibu-ibu di sini dulu pernah muda dan sekarang pun jiwanya harus tetap muda untuk membela bangsa. Kenapa disebut 4 pilar? Karena pilar-pilar tersebut yang berdiri menopang negara ini," ucap Irma.
Menurut dia, Indonesia tidak akan disebut NKRI jika tidak ada Aceh hingga Papua. Indonesia juga didirikan atas dasar satu komitmen para pemuda untuk melebur dalam keberagaman sebagai sebuah negara bangsa di era penjajahan Belanda.
"Kenapa kita harus ada NKRI? Karena kita terdiri atas pulau-pulau yang menjadi sebuah negara. Saat jaman penjajahan kita diperbodoh dengan tujuan untuk tidak bersatu. Sekarang kita sudah bersatu dan wajib merawat persatuan," imbuh Irma lagi.
Dosen Pascasarjana Universitas Indonesia (UI) Abdi Kurnia Djohan menambahkan, pentingnya masyarakat untuk mengingat serta mempelajari sejarah sumpah pemuda. Sumpah pemuda merupakan momentum mempererat ikatan persaudaraan serta membangkitkan semangat perjuangan.
"Makanya kita jangan pernah memercayai berita-berita bohong karena itu dosa besar. Apalagi jika berita itu sudah memakai agama dan kita akhirnya memusuhi tetangga. Jangan sampai itu terjadi," pungkas Djohan. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved