Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERHELATAN pesta demokrasi 2019 diperkirakan akan didominasi oleh generasi milenial atau kelompok yang lahir pada 1980-1995.
Generasi tersebut sangat potensial, karena memiliki karakteristik tersendiri dan berpengaruh dalam menentukan siapa calon pemimpin bangsa.
Demikian dikatakan Direktur Riset Charta Politika Indonesia Muslimin disela-sela diskusi publik bertajuk Startup Politik: Membaca Arah Baru Politik Generasi Milenial, di Cikini, Jakarta, Sabtu (28/10). Turut hadir Anggota Komisi II DPR RI Achmad Baidowi dan mantan Ketum PB HMI Noer Fajriansyah.
Berdasarkan hasil riset Charta Politika Indonesia, terang Muslimin, generasi milenial atau generasi Y yang bakal memberikan sumbangsih suara pada pemilu 2019 mendatang diperkirakan mencapai 47%-50%. "Artinya, pemilih milenial adalah pemilih penentu siapa calon pemimpin," ujarnya.
Menurut dia, generasi tersebut mendambakan pemimpin egaliter, sederhana, serta memiliki harapan yang sesuai keinginan kaum muda. Bahkan, ada kecenderungan bahwa generasi milenial bakal menggeser pemilih tradisional yang selama ini dimiliki oleh masing-masing parpol.
Kondisi tersebut tentu menjadi tantangan bagi setiap parpol untuk segera melakukan inovasi demi mendulang suara dari kalangan muda, termasuk masyarakat swing voters yang juga memiliki perilaku milenial.
"Apa sih yang diinginkan pemuda? Kecenderungannya kita analogikan mereka 4C, yaitu critical atau berpikir kritis, change, communicative, serta community atau komunitas yang berdasarkan hobi. Mereka sudah bergerak dan sangat berpengaruh," tutur Muslimin lagi.
Achmad Baidowi menambahkan generasi milenial sebaiknya diberikan ruang oleh parpol. Dan parpol pun harus menangkap fenomena digital sosial yang selama ini banyak dimanfaatkan oleh generasi milenial, seperti kecanggihan teknologi dan gawai.
Ia menilai, sejauh ini hanya sedikit parpol yang terang-terangan memberikan ruang kepada generasi muda. Padahal, generasi Y tersebut jumlahnya sangat banyak dan kehadirannya pun ikut menentukan kebijakan di pelbagai sektor.
"Ini adalah tantangan bagi parpol. Generasi itu juga muncul karena adanya momentum, seperti di PPP yang mendaulat Romahurmuziy sebagai Ketua Umum PPP termuda berusia 43 tahun. Sampai saat ini beliau juga masih tercatat sebagai ketua parpol termuda di Indonesia," ujar politisi PPP itu.
Senada dikatakan Noer Fajriansyah. Menurutnya, generasi milenial juga berhasil membuat sebuah revolusi di dunia profesional. Faktanya banyak di antara mereka yang dipercaya sebagai pemimpin atau direksi di perusahaan BUMN dan swasta di Tanah Air.
Generasi milenial, imbuh Noer, mempunyai karakteristik tersendiri. Ia pun membagi kelompok tersebut dalam 3 kategori, yakni akademik, tradisi perubahan dan pekerja, serta kelompok yang cenderung melakukan inovasi di dunia bisnis.
"Nah, sekarang yang harus dipikirkan ialah bagaimana caranya agar generasi milenial itu dapat bertransformasi di dunia politik. Sekarang ini sudah banyak anak muda di Indonesia dengan usia di bawah 30 tahun yang berprestasi," pungkasnya. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved