Presiden Bakal Awasi Proyek Infrastruktur Jakarta

Rudy Polycarpus
26/10/2017 22:47
Presiden Bakal Awasi Proyek Infrastruktur Jakarta
(BIRO PERS/SETPRES)

PRESIDEN Joko Widodo menegaskan pemerintah pusat akan terus berkoordinasi dan mengawasi sejumlah proyek infrastruktur yang tengah berlangsung di DKI Jakarta.

Menurut Presiden, hal itu merupakan kewenangannya sebagai penanggung jawab pemerintahan, baik di pusat maupun daerah berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.

Hal itu disampaikan Presiden saat ditanya soal hasil pertemuannya dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno di Istana Merdeka, Rabu (25/10).

"Gak ada masalah (koordinasi). Undang-undang pemda jelas, bahwa tanggung jawab pengawasan pembinaan, tanggung jawab akhir itu ada di presiden. Itu jelas," ujar Presiden Jokow Widodo seusai menghadiri rakernas Perwakilan Buddha Indonesia (Walubi) 2017, di Jakarta International Expo (JI-Expo) Kemayoran, Jakarta, Kamis (26/10).

Dalam pertemuan yang berlangsung selama satu jam itu, Presiden mengaku membahas setidaknya lima hal. Salah satunya ialah proyek sodetan Sungai Ciliwung. Menurutnya, proyek itu harus segera diselesaikan untuk mengantisipasi musim banjir atau saat Ciliwung meluap.

"Sodetan terowongan dari Ciliwung ke Kanal Banjir Timur masih ada satu, dua (bidang lahan) yang belum bebas. Itu saya perintahkan untuk segera ditindaklanjuti pembebasannya," ujarnya.

Hingga kini masih ada sekitar 1,2 kilometer persegi lahan di dekat Jalan Otto Iskandardinata hingga Kali Ciliwung, yang belum dapat dibebaskan oleh Pemprov DKI Jakarta.

Presiden optimistis bila sodetan Ciliwung rampung, banjir di Jakarta bisa berkurang. Pasalnya, volume air berlebih di Kali Ciliwung akan ditarik ke Kanal Banjir Timur sehingga bebannya berkurang.

"Jika Ciliwung meluap, itu (sodetan Ciliwung) bisa dibuka. Airnya akan meluncur ke Kanal Banjir Timur. Itu yang saya sampaikan," tandasnya.

Selain proyek sodetan Ciliwung, Presiden dan pemimpin Jakarta itu juga membicarakan soal rencana pembangunan Waduk Ciawi. Proyek dua waduk itu semula hendak dikerjakan pemprov, namun sejak Mei lalu diambil alih pemerintah pusat.

"Akan segera kita kerjakan, sehingga air yang berasal dari atas bisa kita cegat dulu di waduk itu," tandas Presiden.

Presiden juga mengaku membahas pembangunan mass rapid transit (MRT) mengingat penyelesaian proyek itu berdekatan dengan pelaksanaan Asian Games 2018.

Pasalnya, ia ingin penampilan Jakarta rapi saat Asian Games 2018 berlangsung. Jangan sampai para atlet Asia yang datang melihat jalanan Jakarta masih penuh galian.

Hal lain yang dibahas berkaitan dengan LRT (light rapid transit). Presiden menuturkan LRT tak kalah penting dibandingkan MRT karena bertujuan mengentaskan kemacetan. Jadi, jangan sampai disampingkan.

"Karena kita kehilangan Rp28 triliun setiap tahunnya akibat kemacetan di Jakarta. Ini yang harus konsentrasi dikerjakan. Kalau ada masalah pembebasan, ya segera diselesaikan, supaya targetnya tepat waktu," tegasnya.

Setelah itu, Presiden juga membahas penataan trotoar, penanggulangan banjir, dan penataan kampung kumuh. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya