Presiden Ingatkan Cinta Tanah Air Bagian dari Iman

Nurul Hidayah
20/10/2017 20:28
Presiden Ingatkan Cinta Tanah Air Bagian dari Iman
(ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)

Presiden Joko Widodo kembali mengingatkan jika cinta tanah air merupakan sebagian daripada iman. Teladan yang ditunjukkan para kiai pun selaras dengan kehidupan kebangsaan.

Hal tersebut diungkapkan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo saat mengunjungi Pesantren KHAS di Kempek, Kabupaten Cirebon, Jumat (20/10). "Saya itu kalau datang ke pesantren-pesantren selalu ingat sikap teguh para kiai," kata Joko Widodo. Menurut Joko Widodo, sejak sebelum perang kemerdekaan, para kiai selalu mengatakan hubbul wathan minal iman atau cinta tanah air merupakan sebagian dari iman.

Teladan para kiai ini, lanjut Joko Widodo, menunjukkan jika Islam dan kehidupan kebangsaan berjalan selaras, beriringan dan tidak bertentangan. Karena itu, Joko Widodo pun mengaku sangat hormat dengan peran kiai, termasuk peran KH Aqiel Siradj, keluarga besar dan santri-santri mereka.

Karena peran serta mereka, Bangsa Indonesia selama ini bisa mengelola keberagaman, merawat kerukunan dan kebhinnekaan. "Ini yang banyak membuat iri negara lain," kata Joko Widodo.

Joko Widodo pun menyatakan jika dirinya selalu mengingat pertemuan dengan Presiden Afganistan, Ashraf Ghani. "Beliau kaget dan mewanti-wanti saya," kata Joko Widodo. Saat itu, Joko Widodo menceritakan betapa beragamnya Indonesia. Indonesia terdiri dari 17 ribu pulau, 250 juta penduduk, dan 714 suku.

Saat itu juga, Ashraf Ghani langsung berpesan dan mewanti-wanti agar negara dengan beragam agam, suku dan bangsa ini harus dijaga. Ini didasarkan pada pengalaman Afganistan yang hanya memiliki 7 suku, namun hingga kini pertikaian tak kunjung selesai di negara tersebut.

Bahkan sang presiden pun sempat harus keluar dari Afganistan selama 23 tahun akibat perang. Karena itu Presiden Ashraf Ghani pun berpesan agar setiap bertikaian sekecil apa pun harus segera diselesaikan. “Kalau ada gesekan antar individu dan tetangga segera diselesaikan.

Kalau ada gesekan antar kampung segera diselesaikan, apalagi pertikaian antar suku. Banyaknya pulau, beragam suku, budaya yang dimiliki Indonesia justru menarik bagi warga asing.

Sementara itu Pengasuh Ponpes KHAS Kempek, KH Mustofa Aqiel, mengungkapkan sangat berterima kasih dengan kehadiran Presiden Joko Widodo ke pesantren.

"Beliau sangat memperhatikan pesantren. Pesantren dimana-mana beliau hadir," kata Mustofa. Kehadiran Presiden Joko Widodo di Pesantren KHAS Kempek tersebut dalam rangka mendrikan LKMS, lembaga keuangan mikro syariah di pesantren tersebut.

Mustofa Aqiel pun menyatakan jika pesantren mereka dengan tegas menolak segala bentuk radikalisme. Mereka pun bertekat untuk menularkan Islam Nusantara dan meninggikan martabat santri dan ulama. Bahkan Mustofa Aqiel pun menyatakan jika kepemimpinan Joko Widodo sekarang ini sudah baik dan sangat pantas untuk diteruskan pada periode selanjutnya. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya