Demo Kasus KTP-e di Makassar Berakhir Bentrok

Antara/Micom
20/10/2017 18:10
Demo Kasus KTP-e di Makassar Berakhir Bentrok
(Ilustrasi--thinkstock)

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Cabang Gowa Raya terlibat bentrokan dengan aparat kepolisian di depan kampus UIN Alauddin, Makassar, Sulawesi Selatan, hari ini.

Pada mulanya, Mahasiswa UIN Alaudin Makassar yang tergabnung dalam HMI cabang Gowa Raya tersebut mendesak penegak hukum mengusut tuntas kasus dugaan korupsi proyek e-ktp yang diduga melibatkan Ketua DPR Setya Novanto, serta sejumlah elit politik lainnya ditanah air.

Namun saat hendak menyapaikan orasi dibadan jalan, rombongan mahasiswa dihalau oleh pagar betis Brimob Polda Sulsel, karena dianggap mengangu arus lalu lintas, bentrokanpun tidak terelakkan.

Dalam bentrokan itu, tiga polisi mengalami luka serius akibat terkena lemparan batu oleh mahasiswa, dan terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit untuk mendapat perawatan. Sementara satu mahasiswa dalam peristiwa itu ditangkap polisi.

"Ada tiga anggota terluka waktu bentrokan tadi," kata Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Anwar Effendi saat berada di lokasi kejadian. Anggota polisi yang terluka, sebutnya, Bripda Harianto dan Bripda Ahmad, merupakan anggota unit Sabhara Polrestabes Makassar dan satu lainnya Bripka Dardin anggota Satuan Brimob Polda Sulsel.

Untuk luka pada bagian kepala dialami dua anggota Sabhara, dan luka pada bagian wajah sebelah kanan satu anggota dari Brimob Polda Sulsel. Ketiganya sudah dibawa ke Rumah Sakit Bayangkara untuk mendapat perawatan.

Pihaknya telah melakukan negosiasi dengan mahasiswa agar tidak melanjutkan aksi dan membiarkan mereka meninggalkan area kampus UIN Alauddin pasca bentrokan setelah mahasiwa berlarian masuk dalam kampus.

"Kita sudah meminta mereka untuk kembali dan tidak melanjutkan aksi. Dan membiarkan mahasiswa untuk membubarkan diri dan masing-masing pulang ke rumahnya," ujar dia kepada wartawan.

Akibat dari bentrokan itu, jalan Sultan Alauddin Makassar yang menghubungkan ke Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan macet total. Ratusan batu berserakan di jalanan, kendaraan tidak bisa bergerak, bahkan beberapa pengendara memilih meningglkan mobilnya demi keamanan jiwa.

Sekitar pukul 17.50 WITA kondisi bersangsur-angsur normal, setelah sebelumnya aksi tersebut digelar pukul 15.30 WITA. Antrean kendaraan mulai bergerak perlahan, meski banyak batu berserakan di jalanan. Polisi lalulintas terlihat berusaha mengatur kendaraan agar macet dapat terurai. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya