Dokumen AS tidak Bisa Jadi Acuan Penyelidikan Peristiwa 1965

Christian Dior Simbolon
19/10/2017 21:29
Dokumen AS tidak Bisa Jadi Acuan Penyelidikan Peristiwa 1965
(MI/MOHAMAD IRFAN)

MENTERI Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto menilai dokumen yang dikeluarkan Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) terkait peristiwa 1965 tidak bisa dijadikan acuan untuk menyelidiki kasus tersebut.

"Dokumen dari Amerika Serikat (AS), dari mana-mana, tidak serta merta dokumen-dokumen itu jadi bagian penyelidikan, tentu perlu suatu upaya untuk meyakini," kata Wiranto di Gedung Bina Graha, Kantor Staf Presiden (KSP), Jakarta Pusat, Kamis (19/10).

Menurut dia, pemerintah berkomitmen untuk menuntaskan kasus tersebut. Namun, hingga kini berkas-berkas penyelidikan terkait kasus dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat seputar peristiwa 1965, masih bolak-balik antara kejaksaan dengan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia karena sulitnya menyusun pembuktikan untuk pengadilan.

"Para aparat penegak hukum, apakah itu Komnas HAM, kepolisian, dan kejaksaan, untuk menemukan bukti dan saksi itu sangat sulit, begitu lamanya, maka sudah sangat bias," katanya.

Namun demikian, bukan berarti pemerintah menyerah begitu saja.

"Kami di Polhukam sudah berkali-kali melakukan rapat kordinasi, bagaimana menyelesaikan itu, dengan Komnas HAM sekalipun," ujarnya.

Di tempat yang sama, Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, menambahkan, pihaknya akan membicarakan soal dokumen itu kepada Menhan AS.

"Yang pasti saya tanyakan. Kita perlu cek kebenarannya terkait dokumen tersebut," ucapnya. (Ant/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya