Politisasi SARA Gubernur DKI Tuai Kecaman

Ilham Wibowo
17/10/2017 10:49
Politisasi SARA Gubernur DKI Tuai Kecaman
(Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) didampingi Wakil Gubernur Sandiaga Uno (kanan) menyampaikan pidato usai serah terima jabatan di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (16/10). -- ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

PIDATO pertama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menuai kritik. Anies menyampaikan itu di Balai Kota.

Kritik tersebut muncul dari Ketua DPP Nasdem Irma Suryani Chaniago yang menganggap ucapan Anies berbau SARA. Setelah terpilih menjadi orang nomor satu di Ibu Kota, kata dia, Anies semestinya memberikan teladan yang mempersatukan.

"Nasionalisme saya tergelitik. Saya kaget, saya kira beliau akan menyadari bahwa kemenangan yg diperoleh dari begitu banyak peristiwa SARA dan perpecahan baik antara sesama muslim maupun pribumi atau pribumi keturunan yang sempat merobek-robek persatuan dan kesatuan," kata Irma di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 17 Oktober 2017.

Irma menilai, ucapan Anies dalam pidatonya tersebut bisa saja membelah persatuan dan kesatuan bangsa. Itu nampak terlihat dari reaksi masyarakat di dunia maya atau netizen.

"Beliau (Anies) masih keukeuh membelah persatuan dan kesatuan di bawah bhineka tunggal ika. Seharusnya sebagai mantan Menteri Pendidikan dan akademisi bahasa dan diksi yang digunakan harus jauh lebih baik dan bijak. Tidak lagi menggunakan bahasa pribumi dan non pribumi," kata Irma.

Menurut Irma, memelihara sikap Rasis berbahaya bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tanah Air, kata dia, lahir dari keberagaman yang kemudian bersatu dalam Pancasila.

"Sebagai wakil rakyat saya mengimbau dan mengajak Gubernur DKI untuk berhenti bicara Rasis dan mari bekerja untuk DKI, ikut menjaga ketertiban umum, mencerdaskan bangsa dan kembali merajut kebhinekaan yang sempat tercerabut," kata dia.

Dalam pidatonya, Anies sempat menyinggung soal sejarah bangsa Indonesia. Anies mengatakan, Jakarta menjadi salah satu tempat yang merasakan penjajahan selama berabad-abad.

"Rakyat pribumi ditindas dan dikalahkan oleh kolonialisme. Kini setelah merdeka, saatnya kita jadi tuan rumah di negeri sendiri," ujar dia. (MTVN/OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya