KPU Sebut Kendala Pengisian Sipol Semestinya tidak Terjadi

Ilham Wibowo
15/10/2017 19:14
KPU Sebut Kendala Pengisian Sipol Semestinya tidak Terjadi
(Ist)

KOMISIONER Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan, membantah Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) menyulitkan pengisian data organisasi kepartaian. Sosialisasi dan pelatihan teknis inovasi teknologi moderen itu sudah dilakukan jauh-jauh hari.

"Kami latih beberapa kali operator parpol itu. Kami tidak serta merta minta parpol gunakan Sipol, tetapi kami sebetulnya latih mereka tiga kali. Kami juga lakukan uji coba dan tidak ada problem berarti," papar Wahyu di Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Minggu (15/10).

Pengisian Sipol itu dikeluhkan pengurus pusat Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), terutama ketidakcocokan antara aturan KPU pusat dan KPU di daerah. Wahyu menuturkan, kendala tersebut semestinya tidak terjadi. Faktanya, kata dia, sebagian besar parpol lain telah berhasil melakukan pengisian data Sipol.

"Faktanya tidak demikian (bermasalah). Faktanya kan banyak parpol itu mengapresiasi dan tak ada masalah kepada proses Sipol sehingga dari fakta itu kita anggap Sipol tidak ada persoalan," tuturnya.

Wahyu menilai, parpol yang mengalami kesulitan dan kelemahan dalam mengisi Sipol semestinya berkomunikasi intens dengan KPU. Bagian divisi bantuan KPU akan mengirim tim teknis guna kelancaran proses.

"Artinya setiap ada persoalan sampaikan, kalau ada maslaah kami bantu. Kami pun juga siapkan tim IT untuk bantu jika ada kendala teknis. kita sudah optimis sampaikan layanan itu," kata Wahyu.

Ia menambahkan, pengisian Sipol merupakan kewajiban Perpol sebagai calon peserta Pemilu 2019. Tenggat waktu hingga Senin (16/10) besok, kata dia, merupakan batas terakhir pengisian data Sipol. KPU akan menganulir parpol yang mendaftar saat melebihi batas ketentuan waktu tersebut.

"Tidak ada waktu tambahan. Sebab jika terkendala teknis kenapa kemudian dari parpol yang kita sosialisasikan, dari semua parpol yang kami latih faktanya kan ada yang mampu, sehingga persoalan bukan ada pada Sipol," tandasnya. (MTVN/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya