PDIP Condong ke Gus Ipul Pimpin Jatim

Rudy Polycarpus
14/10/2017 23:12
PDIP Condong ke Gus Ipul Pimpin Jatim
(ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

SEHARI menjelang pengumuman pasangan bakal calon gubernur (bacagub) dan bakal calon wakil gubernur (bacawagub) Jawa Timur yang akan diusungnya, PDIP memberi sinyal mendukung Saifullah Yusuf alias Gus Ipul.

Sabtu (14/10), sejumlah tokoh di Jawa Timur bertemu Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri secara terpisah di kediamannya di Jalan Teuku Umar, Jakarta. Mereka ialah Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj, Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Bupati Ngawi Budi Soelistyono, Bupati Trenggalek Emil Dardak, dan Ketua Dewan Pengurus Daerah PDIP Jawa Timur Kusnadi.

Megawati juga melakukan telekonfrence dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, yang tengah berada di Tokyo, Jepang. Gus Ipul juga dipastikan hadir.

"Ya bisa saja begitu (PDIP usung Gus Ipul). Bisa diasumsikan seperti itu (Gus Ipul calon terkuat) karena dia wagub dua kali," ujar Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

PDIP, sambung Hasto, masih berharap Risma sebagai salah satu kader terbaik partai mau maju cagub. Meski demikian, keputusan sepenuhnya ada di tangan Megawati. "Risma masih jadi salah satu kader terbaik partai."

Hasto mengatakan pertemuan Megawati dengan sejumlah kader memang rangkaian finalisasi sebelum mengumumkan pasangan calon yang diusung. Partai berlambang banteng moncong putih ini memiliki 19 kursi elektoral, minus satu kursi dari peraturan yang disyaratkan KPU.

"Jadi semua yang dinilai masyarakat layak untuk memimpin Jawa Timur ke depan, hari ini bertemu Ibu Mega. Kunjungan yang terakhir Kyai Said Aqil bersama dengan Bapak Saifullah Yusuf," tandas Hasto.

Hasto mengatakan beberapa usulan nama bacagub-bacawagub memang sudah diterima Mega. DPP PDIP juga sudah menyampaikan dinamika dan pemetaan politik di Jatim. Ia enggan menjawab saat ditanya apakah pemanggilan sejumlah bupati kader PDI-P sebagai sinyal partainya mengincar kursi Jatim-2.

Menurut Hasto, ada beberapa hal yang akan menjadi pertimbangan Megawati sebelum menentukan bacagub-bacawagub. Yang pasti bakal calon pasangan Pilgub Jatim 2018 harus berpijak kuat dengan akar NU dan memiliki hubungan baik dengan PDIP.

Sementara Said Aqil mengatakan, dalam sejarahnya, nasionalis dan ulama NU kerap berkolaborasi karena kesamaan pandandangan soal Pancasila dan kebangsaan.

"Ulama NU dengan nasionalis selalu sama pandangannya mengenai keberadaan NKRI ini. Maka apabila terjadi ketidakserasian, berarti melawan sejarah," tandasnya.

Said dalam sejumlah kesempatan menjagokan Gus Ipul sebagai cagub Jatim. Dalam Mukernas Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Ponpes Luhur Al-Tsaqafah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, 5 Mei lalu, yang dihadiri Presiden Joko Widodo, ia memuji Gus Ipul. Namun, ketika memberikan konfrensi pers bersama Hasto, ia enggan berkomentar banyak.

"Saya serahkan kepada para ulama, pemangku pesanten plus kyai NU Jatim. Kyai yang lebih mengetahui kemaslahatannya, yang lebih tahu mana yang lebih baik untuk Jatim," tandasnya.

Hasto menambahkan, dinamika politik di internal PDIP akan rampung dan cagub-cawagub akan segera diumumkan. "Tunggu Minggu (15/10) pukul 9 pagi," ujar Hasto. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya