Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo kembali mengingatkan masyarakat untuk mengantisipasi datangnya tahun politik, khususnya menjelang pilkada serentak 2018 dan pilpres 2019.
Ia berpesan, kontestasi politik lima tahunan harus menjadi ajang mengeratkan persatuan, bukan malah memecah belah bangsa.
Oleh sebab itu, Presiden meminta masyarakat tidak terpancing dengan isu-isu tertentu dari oknum-oknum yang sengaja memanas-manasi suasana. Pernyataan Presiden itu disampaikan di depan ribuan masyarakat ketika membagikan sertifikat tanah untuk warga se-Tangerang Raya di Lapangan Puspitek, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (11/10).
"Kalau ada gesekan-gesekan kecil itu biasa. Tapi, jangan korbankan (persatuan) gara-gara pilihan bupati, wali kota, gubernur, presiden (berbeda) kita jadi pecah. Tidak," ujar Presiden dengan nada tegas.
Pesan Presiden ini disampaikan setelah berkaca pada Pilpres 2014 dan pilkada DKI Jakarta 2017 yang sempat membuat turbelensi politik dan sosial.
Ia menegaskan, memilih dalam politik ialah hak warga negara. Presiden pun meminta masyarakat mencoblos calon yang dianggap paling baik.
"Pilihlah pemimpin-pemimpinmu yang paling baik dan coblos saja. Habis itu rukun lagi," tandasnya.
Pasalnya, sambung Presiden, karena masalah politik membuat asyarakat sering lupa bahwa mereka itu saudara sebangsa dan se-Tanah Air. Situasi bisa semakin panas saat ada pihak-pihak yang memancing di air keruh dengan isu-isu yang berpotensi menyulut gesekan pada masyarakat.
"Ada yang ngomporin, masyarakat (jadi) panas, ada yang manas manasi dengan isu masyarakat menjadi terpancing. Saya titip yang namanya pilihan wali kota, bupati, gubernur itu hanya kontestasi 5 tahun sekali. Negara ini negara besar, jangan hanya pilihan bupati, wali kota, dan gubernur (berbeda), pecah persaudaraan kita," pungkasnya. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved