Menhan Minta Pembelian Senjata Jauhkan Ego Institusi

Muhammad Fauzi
10/10/2017 20:53
Menhan Minta Pembelian Senjata Jauhkan Ego Institusi
(MI/MOHAMAD IRFAN)

INSTITUSI yang terlibat polemik pembelian senjata, harus membuang jauh-jauh egonya demi menjaga keutuhan NKRI.

“Sejak dulu saya selalu mengatakan kalau NKRI itu harga mati. Karenanya saya meminta kepada institusi yang terlibat isu senjata harus membuang jauh-jauh egonya,” tegas Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu seusai bertemu Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin, di kantor MUI, Jakarta, Rabu (10/10).

Dari keterangan pers yang diterima wartawan, Menhan mengaku prihatin atas terjadinya polemik tersebut, karena telah menjadi tontonan publik. ''Karenanya sekali lagi dia mengingatkan bahwa NKRI harga mati,'' tukasnya.

Menhan mengatakan bahwa pertemuan dengan KH Ma’ruf Amin sudah dirancang lama. Namun karena kesibukan masing-masing, pertemuan baru terselenggara Rabu ini.

''Sebenarnya sudah dua tiga bulan lalu kita merencanakan pertemuan ini. Tapi karena saya yang sibuk atau Pak Kyai yang sibuk, akhirnya pertemuan ini baru terlaksana sekarang. Silaturahmi itu sangat penting untuk membangun persatuan dengan siapapun,'' tutur Menhan.

Sementara itu, KH Ma’ruf Amin dalam pertemuan tersebut menyarankan, agar mengutamakan jalan dialog untuk menyelesaikan persoalan yang tengah terjadi.

“Utamakan jalan dialog untuk menyelesaikan persoalan yang sedang kita hadapi,” ujar KH Ma’ruf Amin.

Menurutnya, Indonesia itu terbagi dalam tiga golongan yakni muslim, nasional, dan TNI-Polri. Dia berharap agar ketiga golongan ini bisa bersatu. Sebagai ulama, ia juga menyatakan mendukung penuh pemerintahan Jokowi-JK.

Saat pertemuan tersebut, Menhan Ryamizard didampingi Staf Khusus Arif Rahman. Sementara KH Ma’ruf Amin didampingi Wasekjen PBNU Heri Azumi dan Wakil Ketua PBNU Masduki Baidhowi.

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyampaikan, ada institusi yang berencana mendatangkan 5.000 pucuk senjata secara ilegal dengan mencatut nama Presiden Joko Widodo ke Indonesia. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya