Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SELURUH amunisi tajam milik Korps Brimob Polri yang sempat tertahan di Kepabeanan Bandara Soekarno-Hatta telah dikeluarkan dan kini disimpan di gudang amunisi Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur. Amunisi tajam yang diimpor dari Bulgaria itu masuk kategori mematikan.
Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Wuryanto, mengatakan amunisi tersebut dapat menghancurkan perkubuan, termasuk orang-orang yang berada di belakang perkubuan itu. Bahkan, TNI pun tidak pernah memiliki amunisi dengan jenis serupa.
"Di situ itu sangat jelas dalam katalog, bahwa amunisi itu adalah amunisi tajam yang mempunyai radius mematikan 9 meter dengan jarak capai 400 meter," ujar Wuryanto kepada wartawan di Taman Ismail Marzuki, hari ini.
Diketahui, 5.932 amunisi tajam kaliber 40 mm jenis RLV-HEFJ with high explosive fragmentation jump grenade itu dikemas di dalam 71 box dengan berat total 2.829 kilogram. Amunisi tersebut digunakan sebagai granat untuk senjata Arsenal stand alone grenade launcher (SAGL) kaliber 40x46 mm.
Menurut dia, amunisi tajam itu juga memiliki beberapa keistimewaan. Pertama, setelah granat dilepaskan dan meledak maka akan timbul ledakan kedua berupa serpihan logam kecil dari tubuh granat tersebut. Serpihan itu mematikan karena dapat melukai siapa pun yang berada di sekitar lokasi.
"Kemudian, granat ini pun bisa meledak sendiri tanpa impact, tanpa benturan setelah 14 hingga 19 detik lepas dari laras (senjata pelontar SAGL). Jadi, ini luar biasa," ujarnya. (OL-7)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved