Audit BPK akan Mencakup Pembelian Alutsista

Achmad Zulfikar Fazli
10/10/2017 13:09
Audit BPK akan Mencakup Pembelian Alutsista
(ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

BADAN Pemeriksa Keuangan masih mengaudit pembelian alat utama sistem persenjataan (Alutsista) di Kementerian Pertahanan. BPK pun belum lama ini bisa mengaudit alutsista. Sebab, selama ini TNI dan Kemenhan melarang BPK mengaudit asetnya.

Hasil audit ini, uangkap anggota BPK Harry Azhar Azis, bisa menemukan implikasi dari pembelian alat pertahanan nasional itu. "Kita tidak bisa memastikan adanya atau tidak adanya (penyimpangan). Itu implikasi bisa ketahuan," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, hari ini.

Menurut dia, belum ada perkembangan lebih lanjut soal audit ini. Namun, kata dia, proses auditnya besar kemungkinan menggunakan tujuan tertentu. Artinya, pemeriksaan dilakukan dengan tujuan khusus, di luar pemeriksaan keuangan dan pemeriksaan kinerja.

Dalam hal ini, BPK akan memeriksa aset Kemenhan. "Jadi kalau dalam laporan keuangan Kemenhan itu masuk dalam perhitungan aset. Jadi kan mesti penjabaran lebih lanjutnya dalam pemeriksaan dengan tujuan tertentu," jelas dia.

BPK pun belum lama ini bisa mengaudit alutsista. Sebab, selama ini TNI dan Kemenhan melarang BPK mengaudit asetnya.

Tapi, TNI dan Kemenhan akhirnya mempersilahkan BPK untuk mengaudit setelah bertemy dengan Presiden Joko Widodo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Dalam pertemuan itu, kata dia, pihaknya menyampaikan setiap kementerian dapat menjadi desclamer bila tak diperiksa oleh BPK.

"Itu yang membuat akhirnya mereka mempersilahkan," ucap dia.

Bekas Ketua BPK itu menilai audit terhadap alutsista atau aset pertahanan negara sangat penting. Hal ini untuk mengetahui apa saja alutsista yang dimiliki dan dari mana asal usul alutsista tersebut.

Ia pun menjamin akan menjaga kerahasiaan hasil audit kepada aset tertentu yang dinilai tak boleh diketahui publik.

"Ada (aset) yang rahasia, yang rahasia tinggal dalam konteks Kemenhan, mana yang dianggap rahasia dan itu nanti kita akan apakan, dan tentu pelaporannya kita buat sedemikian rupa sehingga tidak terbuka kerahasiaannya," pungkas dia. (MTVN/OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya