Kapolri : Pilkada Jabar Masuk Kategori Rawan

Antara
09/10/2017 13:57
Kapolri : Pilkada Jabar Masuk Kategori Rawan
(MI/Adam Dwi)

KEPALA Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian menegaskan telah memetakan daerah rawan konflik pada pilkada 2018. Menurutnya, Pilkada Jawa Barat masuk dalam kategori rawan.

"Pemetaan daerah rawan konflik pada pilkada 2018 sudah mulai dilakukan. Dari pemetaan tersebut wilayah yang dinilai memiliki kerawanan di antaranya Jawa Barat," kata Tito di Semarang, Jawa Tengah, hari ini. Selain itu, lanjut dia, pelaksanaan pilkada di kawasan timur Indonesia serta Kalimantan Barat juga perlu mendapat perhatian.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo berharap suhu politik menjelang pelaksanaan pilkada serentak 2018 hingga Pemilu 2019 tidak terlalu panas.

"Suhu politik naik boleh, tetapi sedikit saja. Anget (hangat) boleh, tetapi jangan terlalu panas," kata Presiden Jokowi saat memberi pengarahan para kapolda dan kapolres saat Apel Kasatwil 2017 di Semarang, hari ini.

Menurut dia, berdasarkan pengalaman empat kali mengikuti kontestasi politik, pasti tensinya akan naik dan suhu politik pun juga lebih hangat. Terlebih lagi, lanjut dia, jika sudah mendekati masa kampanye. "Politik ya seperti itu, yang bener (benar) bisa jadi tidak bener, yang tidak bener bisa jadi semakin tidak bener," tambahnya.

Meski demikian, menurut dia, masyarakat saat ini sudah semakin dewasa dan cerdas. Ia menjelaskan sudah menjadi tugas kepolisian untuk meluruskan berbagai isu miring berkaitan dengan pesta demokrasi yang akan dijalani tersebut.

Ia memina kepolisian benar-benar melakukan persiapan, terutama dalam memetakan potensi gesekan yang mungkin terjadi. "Sumber-sumber yang diperkirakan akan memprovokasi harus dipetakan secara detail, siapa akan melakukan apa," katanya.

Ia menegaskan intelijen harus memiliki data komplit dan berbagai alternatif solusi untuk memecahkannya. Berdasarkan pengalaman yang sudah dijalaninya, kata Jokowi, hanya ada satu kunci untuk mengatasi berbagai persoalan dalam konstestasi politik, yakni TNI-Polri harus netral. "Kuncinya hanya satu, TNI dan Polri solid, sudah selesai," katanya. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya