Gerindra tak Panik Lihat Elektabilitas Jokowi

Damar Iradat
07/10/2017 17:36
Gerindra tak Panik Lihat Elektabilitas Jokowi
(ANTARA/PUSPA PERWITASARI)

PARTAI Gerindra tidak melihat hasil survei yang dikeluarkan Saiful Mujani Research Center sebagai pegangan pasti jelang Pilpres 2019. Dalam hasil survei tersebut, tingkat elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto masih kalah dari tingkat elektabilitas Presiden Joko Widodo.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan, sebagai incumbent, wajar jika Jokowi mendapat hasil survei hingga 38,9 persen, jauh meninggalkan Prabowo yang hanya mengumpulkan 12,0 persen di posisi kedua. Kewajaran itu, kata dia, terlihat dari gencarnya pemberitaan Jokowi di media massa.

"Incumbent itu dapat porsi peliputan dan keliling daerah sangat maksimal," kata Fadli saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, hari ini.

Namun begitu, menurut Fadli angka 30 persen dengan masifnya pemberitaan masih tergolong rendah. Hal itu, kata dia, menunjukkan responnya tidak positif.

Melihat hal tersebut, Fadli menganggap hal tersebut merupakan peluang Prabowo. Apalagi, saat ini Prabowo belum berkeliling untuk menyosialisasikan diri untuk maju dalam Pilpres 2019.

Tidak hanya itu, Fadli juga berkaca pada pengalaman Pilkada DKI 2017. Saat itu, sebelum masa Pilkada, Basuki Tjahaja Purnama yang saat itu menjadi calon incumbent unggul jauh dari para pesaingnya, namun, di akhir, malah pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang diusung Gerindra yang justru memenangi Pilkada.

"Itu kegagalan survei. Jadi, bisa berhasil dan gagal melihat kenyataan," tegasnya.

Wakil Ketua DPR itu menjelaskan, Gerindra tentunya bakal berupaya semaksimal mungkin untuk mengerek elektabilitas Prabowo. Seluruh kader, sayap partai, dan simpatisan disebut bakal bekerja keras mengejar ketertinggalan tersebut.

Tidak hanya itu, sikap Prabowo selama ini yang menghindari kegaduhan politik juga bisa membantu mengerek elektabilitas.

"Pak prabowo menghindari kegaduhan politik dan memberikan kesempatan kepada pemerintah sekarang. Ini sudah tiga tahun dan sudah cukup memberikan kesempatan," tandasnya. (MTVN/OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya