TNI Harus Semakin Profesional dan Disegani

Astri Novaria
04/10/2017 22:58
TNI Harus Semakin Profesional dan Disegani
(ANTARA FOTO/Ade P Marboen)

TNI harus semakin profesional dan disegani negara-negara lain.

"Untuk itu perlu fokus pada postur pertahanan yang memadai, dan utamanya tetap melakukan tupoksi sesuai UU Nomor 34 tahun 2004 tentang TNI. Jadi hindari polemik yang ada di masyarakat. Sebaiknya fokus kepada fungsi pertahanan dan tidak berpolitik praktis," ujar anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Bobby Adhityo Rizaldi di Jakarta, Rabu (4/10).

Ia pun berharap, pada HUT TNI ke-72 Presiden Joko Widodo juga mengingatkan TNI akan hal itu dalam pidatonya. Meskipun demikian, Bobby tidak menganggap Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo berpolitik lewat pernyataannya soal isu pembelian 5.000 senjata.

"Tidak sama sekali. Beliau kan tidak merilis itu kepada publik. Hal-hal seperti itu sebenarnya bisa dihindari menjadi perdebatan. Caranya berkoordinasi dengan Menteri Pertahanan," ungkapnya.

Pihaknya juga mengatakan pekan depan Komisi I akan menggelar rapat kerja dengan Panglima TNI, Menteri Pertahanan dan BIN terkait polemik impor senjata tersebut. Menurutnya, tidak perlu dilakukan rapat gabungan antara Komisi I dan Komisi III.

"Kita anggap soal senjata itu cukup Panglima TNI, Menteri Pertahanan dan BIN. Kita memastikan minggu depan. Tidak ada rapat gabungan," pungkasnya.

Secara terpisah, anggota Komisi I dari Fraksi Partai NasDem Supiadin Aries Saputra berharap TNI ke depan harus tetap dengan kemanunggalannya bersama rakyat, sebagaimana tema HUT TNI ke-72 yakni 'Bersama Rakyat, TNI Kuat'.

"Sebab rakyat adalah kekuatan TNI, tanpa dukungan rakyat tidak mungkin TNI kuat," ujarnya.

Lebih lanjut, tutur Supiadin, peran TNI harus tetap mengacu kepada profesionalitas. TNI harus terlatih, terdidik, dicukupi kelengkapannya dengan baik dan juga dicukupi pula kesejahteraannya. Selain itu TNI juga tidak boleh berpolitik praktis.

"Ini harus jadi acuan tentang profesionalitas TNI. Sejak 2014, anggaran TNI kita naikan terus mulai dari Rp80 triliun sampai sekarang Rp108 triliun. Target kita anggaran TNI 1,5% dari GDP. Sementara Presiden katakan akan dinaikkan menjadi Rp200 triliun dengan catatan kalau pertumbuhan ekonomi mencapai 7%," ungkapnya.

Selain itu, ia juga berharap TNI ke depan akan semakin modern dengan alutsista yang juga semakin kuat.

"Kita inginkan ke depan alutsista semakin kuat. Sebab hanya dengan TNI yang kuat akan memberi motivasi pada diplomasi kita. Tanpa militer yang kuat diplomasi kita akan lemah," pungkasnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya