Kalla: Demi Citra Partai, Sepantasnya Novanto Mundur

Dheri Agriesta
26/9/2017 20:48
Kalla: Demi Citra Partai, Sepantasnya Novanto Mundur
(Dok. MI)

RAPAT Pleno Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golongan Karya (Golkar) merekomendasikan Setya Novanto mundur dari kursi ketua umum. Mantan Ketua Umum Partai Golkar, Jusuf Kalla, yang baru mendengar rekomendasi itu menilai langkah tersebut memang sepantasnya diambil.

"Sepantasnya begitu. Karena ini kita tidak bicara pribadi atau kita tidak hanya bicara legalitas," kata Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (26/9).

Kalla menekankan citra yang dimiliki partai berlambang beringin itu. Partai sangat bergantung kepada citra politik di masyarakat. Penilaian publik merupakan tolok ukur berjayanya sebuah partai politik.

Jika publik menilai pemimpin sebuah partai politik jelek, suara yang akan diperoleh pun tak akan maksimal. Hal ini bisa menghalangi partai politik merajai pemilihan umum.

"Apalagi pimpinannya begitu (terkena kasus hukum) kan? Jadi memang keputusan itu seharusnya demikian," kata Kalla.

Wapres menilai, sosok yang pantas memimpin Partai Golkar harus bersih dan berpengalaman. Saat ditanyakan apakah sosok tersebut harus berasal dari kabinet, Kalla awalnya membantah. Tapi, bisa saja keputusan itu diambil.

"Justru tidak boleh dari kabinet, artinya selama ini tidak. Bisa saja, itu tidak tertulis," kata Kalla.

Iaa tak ingin menjagokan salah satu calon menggantikan Setya Novanto. Karena, Golkar memiliki banyak politikus yang berpengalaman.

"Banyak yang pantas," tegas Kalla.

DPP Partai Golkar mengadakan rapat harian dalam beberapa hari terakhir. Rapat merekomendasikan Ketua Umum Setya Novanto mundur dari jabatannya. Desakan ini disampaikan melalui Sekretaris Jenderal Idrus Marham dan Ketua Harian Nurdin Halid.

Ketua Koordinator bidang Kepartaian DPP Partai Golkar, Kahar Muzakir, mengatakan, DPP akan menagih jawaban dari Setya pada Kamis (28/9) lusa.

"Jadi nanti rapat pleno akan digelar hari Kamis. Kemarin itu kan rapat pleno harian. Kamis nanti rencananya kita akan mendengar jawaban Pak Novanto. Ini menurut Pak Nurdin," kata Kahar di Gedung DPR, Kompleks Parlemen. (MTVN/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya