Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo berkomentar soalnya seringnya operasi tangkap tangan (OTT) kepala daerah belakangan ini. Menurutnya, tiap hari ada OTT pun tak masalah selama memang cukup alat bukti.
"Kalau pun ada kejaksaan, kepolisian, apalagi KPK pasti punya cukup alat bukti untuk mempercepat keinginan Presiden Jokowi mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa, mau tiap hari ada operasi sepanjang cukup alat bukti ya enggak masalah," ujar Tjahjo di Kantor Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, hari ini.
Meski banyak kepala daerah yang terkena OTT, Tjahjo mengatakan, pengawasan terhadap kepala daerah sejauh ini sudah cukup baik. Pengawasan tak hanya dilakukam oleh Kemendagri saja.
"Pengawasan terpadu mulai dari Dirjen sampai inspektorat daerah. BPKP juga mengawasi, BPK ada auditnya, di daerah ada kejaksaan, kepolisian dan mata-mata KPK, masyarakat semua. Kembali ke tadi, jangan terjebak oleh siapapun. Sistemnya sudah baik," jelas Tjahjo.
Sebelumnya, KPK melakukan OTT terhadap Wali Kota Batu Eddy Rumpoko. Dalam OTT KPK menyita ratusan uang jutaan rupiah. Uang tersebut diduga berkaitan dengan kasus suap proyek di Pemerintah Kota Batu Malang.
Selain uang, KPK juga mengamankan empat orang lainnya selain Eddy. Mereka merupakan pejabat unit pengadaan dan pihak swasta.
Kelimanya sempat dibawa ke Polda Jawa Timur untuk menjalani pemeriksaan awal. Namun, dua di antaranya ditinggal di Polda Jatim untuk kepentingan penyelidikan. Sementara tiga di antaranya termasuk Eddy diterbangkan ke Jakarta.
Dugaan sementara, ketiga orang yang diboyong ke gedung KPK itu melakukan praktik suap terkait proyek pengadaan meja kerja staf dan meja kerja sselon serta kursi hadap dan sofa di Pemerintah Kota Batu Malang dengan nilai proyek Rp2,97 miliar. (MTVN/OL-7)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved