Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM Nasional (Timnas) Indonesia U-19 harus mengikuti jejak dua timnas lainnya, Timnas U-16 dan Timnas U-22 yang gagal mempersembahkan prestasi bagi Merah-Putih. Kesempatan melangkah ke partai final Piala AFF U-18 2017 dibuang sia-sia usai menyerah dari Timnas Thailand di babak semifinal di Stadion Thuwunna, kemarin.
Tragisnya Egy Maulana Vikri dkk hanya kalah adu penalti setelah bermain imbang 0-0 (2-3) di waktu normal. Yang sangat disesalkan ialah penyebab kekalahan ini bukan pada kualitas permainan, melainkan mentalitas tim. Sekali lagi Indonesia menunjukkan ketidakdewasaan dalam bermain yang berujung dengan kerugian.
Kali ini aktor antagonis diperankan oleh Saddil Ramdani. Jebolan Timnas U-22 ini dikartumerahkan wasit karena dinilai melakukan sikutan kepada salah satu pemain lawan jelang turun minum. Akibatnya tim asuhan Indra Sjafri hanya bermain dengan 10 pemain di sisa 45 menit babak kedua dan gagal mencetak gol.
Pemain muda milik Persela Lamongan ini pun lantas meminta maaf melalui media sosial instagram miliknya pasca insiden tersebut. "Saya pribadi meminta maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat Indonesia atas perilaku saya yang merugikan tim. Saya benar-benar refleks dilutut dari belakang, tapi ini semua pelajaran berharga bagi saya," ungkap Saddil.
Tidak hanya persoalan Saddil, mentalitas yang tidak siap kembali teruji di babak adu pinalti. Dari lima eksekutor Garuda Nusantara--julukan Indonesia-- hanya Egy dan Muhammad Luthfi yang berhasil menjalankan tugasnya. Sisanya Muhammad Iqbal, Nurhidayat Haris, dan Muhammad Rifad Marasabessy.
Perihal ketidaksiapan dalam adu pinalti ini, pelatih Timnas Indonesia U-19 Indra Sjafri mengaku telah mempersiapkan porsi latihan khusus sejak jauh-jauh hari. "Penalti sudah kami siapkan sejak TC (pemusatan latihan) di Yogya dan Karawaci," bela mantan pelatih Bali United ini. "Saya minta maaf dan terima kasih atas dukungan masyarakat Indonesia," imbuhnya.
Selain faktor mentalitas, sisi pemanfaatan peluang yang buruk juga. Indonesia juga punya delapan peluang tendangan tepat sasaran selama pertandingan normal, tapi tidak ada satu pun yang dapat bersarang ke gawang kiper Thailand Kantaphat Manpati.
Setelah kegagalan ini Indonesia masih akan bersaing memperebutkan posisi tiga besar pada Minggu (17/9) ini. "Masih ada perebutan posisi ketiga, kami akan fight dan berjuang semaksimal mungkin," kata Muhammad Lutfi, gelandang Timnas Indonesia U-19. (OL-7)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved