Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SOSOK tentara yang kaku dan hanya bisa mengoperasionalkan alat-alat perang, sirna seketika ketika mereka mengubah diri menjadi reporter. Senjata mereka adalah pena, buku, dan kamera.
Hal itulah yang tergambar selama empat hari dari penataran jurnalistik yang diadakan Penerangan Kostrad sejak 12-15 September 2017. Kegiatan yang diikuti 50 peserta dari Penerangan Kostrad, Penerangan Divisi Infanteri 1 dan 2 Kostrad serta Balak jajaran Kostrad, sudah memasuki hari ketiga.
"Sudah cukup banyak materi yang diajarkan berkaitan dalam bidang jurnalistik yang diajarkan oleh para tutor dari TVRI," ujar Kepala Penerangan Kostrad Letkol Inf Putra Widyawinaya dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (14/9).
Seperti pada hari pertama, peserta satu hari penuh diajarkan teori dan praktik tentang teknik wawancara yang efektif dan teknik reportase. Selain itu mereka juga diajarkan cara penulisan/rilis berita yang siap untuk dikonsumsi publik.
Putra menambahkan, pada hari kedua peserta diajarkan teori maupun praktik cara pengambilan gambar video dan editingnya. Agar lebih merasakan fungsi jurnalisme, peserta langsung diwajibkan praktik penataran merasakan pengambilan gambar di luar Makostrad, seperti di stasiun Gambir, Tugu Monas, Lapangan Banteng dan Masjid Istiqlal.
Para peserta langsung bersemangat ketika melakukan praktik reportase. Mereka merasakan bagaimana para jurnalis menggali informasi dan kemudian menuliskannya untuk masyarakat.
"Kegiatan ini merupakan program dari TNI AD, dan juga kami di Kostrad menterjemahkannya dengan bentuk pelatihan seperti ini. Tujuannya agar prajurit kelak bisa melaporkan dan menuliskan informasi yang dapat diterima masyarakat," tutur Putra.
Itu sebabnya, Penerangan Kostrad menggandeng pihak-pihak yang dianggap mumpuni di bidang jurnalistik. "Kami berterima kasih karena ada pihak yang mau membantu menularkan ilmu jurnalistiknya kepada kami di sini," tambahnya.
Putra menambahkan, kelak ketika mereka kembali ke tempat tugas masing-masing diharapkan bisa menjadi reporter yang mumpuni.
Pada hari ketiga peserta penataran menayangkan hasil pengeditan video yang telah diajarkan untuk dikoreksi oleh pengajar. Kemudian dilanjutkan teori dan praktik teknik pengambilan gambar foto dan editing foto.
Pada Jumat (15/9) atau hari terakhir, peserta akan berangkat ke Cilodong untuk melaksanakan simulasi dengan mempraktikan semua materi yang sudah diajarkan. Mereka harus mengawali dari wawancara, reportase, penulisan berita, teknik foto dan pengambilan video dengan obyek sasaran latihan Cakra IV yang sedang berlangsung. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved