Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KALANGAN internal Partai Golkar prihatin dengan kejadian Indra J Piliang yang ditangkap polisi terkait kasus narkoba. Indra masih menjadi kader Golkar, namun sudah tidak aktif di kepengurusan. Hal ini disampaikan oleh Ketua DPP Meutya Hafid.
"Saya mendengar pagi ini dalam perjalanan ke DPR, sangat kaget dan shock juga. Saya prihatin yang menimpa salah satu anggota kita Indra J Piliang. Tentu banyak kader-kader kami, tapi tidak semuanya bisa kami pantau," ujarnya di Gedung DPR RI, Jakarta, hari ini.
Menurutnya, Indra masih tercatat sebagai kader Golkar hingga kini. Namun, ia menyebut, Indra tidak terlalu aktif di partai dan ia mengaku jarang bertemu langsung dengannya.
"Ya, dia salah satu kader Golkar, tapi sudah lama tidak aktif dalam rapat-rapat. Karena beliau juga bukan pengurus inti. Kalau di partai, hal-hal seperti ini (narkoba) selalu diingatkan," pungkasnya.
Sekretaris Dewan Pakar Golkar Firman Soebagyo menyebutkan hal serupa. Lantaran jarang aktif di partai, ia pun tidak pernah melihat tanda-tanda Indra mengkonsumsi narkoba. Belajar dari kasus yang terjadi pada Indra, ia pun seraya mengingatkan kepada kader Golkar lainnya untuk tidak terjerat kasus narkoba.
"Ini untuk pembelajaran bersama bahwa narkoba ini musuh bersama. Orang sekelas IJP yang tentunya dia adalah sebagai kader muda kalangan intelektual kampus yang seharusnya memberikan contoh yang baik. Ini merupakan sebuah insiden yang sangat disayangkan," ungkapnya.
Lebih lanjut kata dia, hingga saat ini belum dapat dipastikan apakah Indra akan dipecat atau tidak dari Golkar. Pihaknya akan mendalami hal ini terlebih dahulu, apakah Indra merupakan korban atau memang mengkonsumsi barang haram tersebut.
"Nanti kita lihat prosesnya. Atau mungkin dia baru pertama kali kesitu dan kemudian ada yang sengaja memberikan atau memasukan barang haram itu. Kan bisa jadi," pungkasnya.
Berbeda dengan yang disampaikan oleh Korbid Kesejahteraan Rakyat DPP Partai Golkar, Roem Kono. Menurutnya siapapun yang terlibat kasus narkoba apalagi korupsi akan diberikan sanksi. Roem meminta agar masyarakat tidak mengaitkan kasus hukum Indra dengan Partai Golkar.
"Ada sanksinya, yang terlibat narkoba, korupsi ada sanksinya. Sanksi moral termasuk pemberhentian. Kita punya lembaga bantuan hukum, kalau dia menginginkan bantuan hukum pasti kita bantu. Ya kita prihatin ya, seorang tokoh, pengamat kok bisa kena narkoba. Jadi narkoba itu tidak mengenal mau dia jenderal, polisi, dan lain-lain," pungkasnya.
Koordinator Bidang Poltik, Hukum, dan Keamanan Golkar Yorrys Raweyai menegaskan, tidak ada toleransi bagi kader yang terbukti menggunakan narkotika. Oleh karena itu, ia menilai, tertangkapnya Indra menjadi hal yang harus disikapi dengan serius.
"Kita tidak ada toleransi soal korupsi dan narkotika. Narkotika ini masalah bangsa," pungkasnya. (OL-7)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved