Suu Kyi Dikecam Penerima Nobel Lainnya

Fajar Nugraha
08/9/2017 11:17
Suu Kyi Dikecam Penerima Nobel Lainnya
(AFP/Rodger Bosch)

USKUP Agung Afrika Selatan Desmond Tutu mengecam sikap Aung San Suu Kyi dalam mengatasi krisis di Rakhine. Tutu yang juga mendapatkan penghargaan Nobel Perdamaian seperti halnya Suu Kyi, mengungkapkan rasa duka atas kondisi etnis Rohingya di Rakhine.

Rasa duka itu disampaikan melalui surat kepada Suu Kyi. Uskup agung berusia 85 tahun itu mengatakan, terjadi 'horor terselubung' dan 'pembersihan etnis' di Rakhine. Hal tersebut memaksanya untuk berbicara kepada perempuan yang selama ini dikagumi dan dia anggap sebagai 'adik tersayang'.

Meskipun Suu Kyi sudah menyatakan bahwa pemerintahnya sudah mengatasi krisis yang berkembang cepat ini, Tutu tetap memperingatkan rekan sesama peraih Nobel itu untuk mengambil tindakan.

"Saya saat ini sudah tua, jompo dan secara formal sudah pensiun. Tetapi kali ini saya melanggar sumpah untuk tetap diam berbicara masalah publik, untuk berbicara mengenai kesedihan (di Rakhine)," ujar Tutu dalam surat yang diposting di sosial media, seperti dikutip Guardian, Jumat 8 September 2017.

"Selama bertahun-tahun saya menyimpan foto Anda (Aung San Suu Kyi) di meja untuk mengingatkan, betapa pengorbanan dan ketidakadilan yang kamu rasakan demi kecintaan terhadap rakyat Myanmar. Anda memberikan simbol kebenaran," tutur uskup berusia 85 tahun itu.

"Kehadiran Anda di muka publik menyuarakan kekhawatiran atas kekerasan yang terjadi terhadap warga Rohingya. Tetapi dalam kejadian 'pembersihan etnis' dan tampak bahwa 'genosida' telah terjadi dan beberapa waktu terakhir terus makin cepat," jelasnya.

Sikap Tutu menambah panjang kecaman terhadap situasi di Rakhine. Sebelumnya penghargaan Nobel Perdamaian termuda, Malala Yousafzai, juga meminta Myanmar memberikan perlindungan kepada etnis Rohingya.

Beberapa waktu lalu Malala mencuit, "Beberapa tahun lamanya, saya berulang kali mengutuk tragedi dan perlakuan memalukan ini. Saya masih menantikan rekan saya sesama peraih Nobel Aung San Suu Kyi untuk berbuat yang sama (mengutuk perlakuan terhadap Rohingya)."

Malala menyerukan pengakhiran kekerasan terhadap Rohingya dan mengimbau negara-negara seperti Bangladesh untuk memberi makan, penampungan dan pendidikan untuk pengungsi Rohingya. (MTVN/ANT/OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya