Kebanyakan Bahas Rohingya, Forum Parlemen Dunia Hujan Interupsi

Arnoldus Dhae
07/9/2017 16:59
Kebanyakan Bahas Rohingya, Forum Parlemen Dunia Hujan Interupsi
(AFP/STR)

FORUM Parlemen Dunia untuk pembangunan berkelanjutan (World Parlementary Forum on Sustainable Development) dihujani interupsi oleh berbagai perwakilan parlemen di dunia. Beberapa anggota forum yang protes antara lain India, Thailand, Gana, Turki, Bangladesh dan beberapa peserta lainnya.

Mereka melakukan interupsi dan protes kepada pimpinan sidang karena sepanjang sidang forum selalu saja ada peserta yang membahas soal Rohingya. Bahkan, isu konflik di Rohingya tidak saja dibahas di ruang sidang tetapi menjadi topik di luar ruangan.

Itulah sebabnya banyak peserta yang protes karena menurut mereka tema besar dari pertemuan Forum Parlemen Dunia kali ini adalah Sustainable Development Goals (SDGs).

Anggota parlemen asal Gana Sarah Adwoa Safo menjelaskan, forum ini bukan forum soal Rohingya, melainkan soal keberlanjutan pembangunan dari semua negara di dunia menuju tahun 2030.

"Masalah Rohingya itu berbeda dengan keberlanjutan pembangunan di semua negara di dunia. Di Gana misalnya, persoalan masih lebih besar dibandingkan dengan Rohingya. Di sana ada kekerasan terhadap wanita dan anak, ada perang saudara, ada kemiskinan, ada kekeringan, dan sebagainya. Ini sudah berlanjut bertahun-tahun tetapi tidak pernah ada penyelesaian. Kenapa masalah Rohingya menjadi topik bahasan di sini," protesnya bernyala-nyala.

Protes lainnya datang dari anggota parlemen dari India bernama Rakesh Singh. Menurutnya, sangat tidak adil jika forum ini menjadikan Rohingya menjadi tema bahasan. Karena tidak semua negara menghadapi persoalan yang sama.

Persoalan yang dibahas saat ini adalah tentang sustainable pembangunan dari semua negara dan bukan hanya soal Rohingya. "Kalau bisa persoalan Rohingya dibahas dalam foru khusus dan jangan dibahas di forum parlemen ini. Jangan sampai kita menjadikan forum ini hanya soal Rohingya saja," ujarnya.

Protes yang keras itu juga datang dari berbagai negara lainnya dengan menyampaikan persoalannya masing-masing. Forum seketika menjadi riuh karena berbagai interupsi tersebut.

Ketua Panitia Forum Nurhayati Ali Asegaf mengaku jika terjadi hujan interupsi tersebut. Kondisi bisa dimaklumi karena hampir seluruh peserta sedang memandang kasus Rohingya saat ini sedang menjadi sorotan dunia.

"Kita memaklumi terjadi aksi protes tersebut karena memang kasus Rohingya sedang menjadi perhatian dunia," ujarnya. Akibat protes tersebut, acara penutupan sempat molor. Negara-negara yang melakukan protes akhirnya diminta untuk bertemu secara khusus. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya