Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj menilai, rencana demo terkait muslim Rohingya di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, salah alamat. Apalagi, Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) juga mengecam menindasan di Rohingya, Myanmar.
"Kita ini bangsa yang toleran, umat islam yang toleran, Islam nusantara, kita umat Islam bangga dengan Borobudur, bangga dengan Prambanan itu artinya kita toleran dengan hal ini," kata Said di Kompleks Istana, Jakarta Pusat, hari ini.
Said pun bingung mengapa Borobudur malah dijadikan sasaran demo. Dia mengimbau agar warga NU tidak mengikuti rencana ini. "Ngapain sih ada Borobudur apa terus Islam kita kurang gitu," ungkap dia.
Menurut dia, peristiwa di Myanmar sejatinya masalah politik yang membesar karena ada kesenjangan sosial yang lebar. Ada sumber gas dan minyak bumi yang diperebutkan.
Sementara itu, lanjut dia, muslim Rohingya hanya menginginkan agar mendapatkan kewarganegaraan. "Mereka tidak melawan. Tidak ada perlawanan. Misalkan Filipina Selatan itu kan melawan itu. Patani dulu pernah melawan. Ini enggak kok," jelas dia.
Kendati begitu, dia mempersilakan bila nantinya duta besar Myanmar ditarik dari Indonesia. Sikap Indonesia, kata dia, jelas mengutuk tidakan tidak manusiawi terhadap muslim Rohingya.
Said memuji langkah pemerintah yang segera mengirimkan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi ke Myanmar. Dia menilai langkah ini cepat dan tepat. "Ada 4 poin yang dibawa bu Retno dan sebelum berangkat ketemu saya," ungkap dia. (OL-7)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved