Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENAKLUKKAN pihak yang berseberangan tak harus menggunakan senjata. Menyentuh dengan hati jauh lebih efektif dan menimbulkan kesan mendalam.
Adalah Satuan Tugas (Satgas) Pamtas Yonif Para Raider 503/MK Kostrad yang justru didatangi anggota masyarakat seraya menyerahkan senjata ilegal yang dimiliki. Usut punya usut ternyata Fabianus Sanggra dengan sukarela menyerahkan senjata miliknya kepada Komandan Pos Yanggandur Letda Inf Nanang Juanda, karena TNI membantu pendidikan sekolah putranya.
Febianus Sanggra, warga Kampung Yanggandur, Sota, Kabupaten Merauke, Papua, merasakan kedekatan dengan anggota pos TNI. Sehingga ketika putranya dibantu, ia pun merasa tak ada alasan untuk menjadikan TNI sebagai musuh. Kesadaran itulah yang akhirnya membuat dia menyerahkan simpanan senjata api ilegal, karena berbahaya dan melanggar hukum.
Dalam keterangan di Jakarta, Senin (28/8), Kepala Penerangan Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Letkol Inf Putra Widyawinaya mengatakan, penyerahan senjata yang didapatkan anggota pos Yanggandur tersebut merupakan sebuah prestasi yang sangat membanggakan.
"Terlepas dari prestasi tersebut, penyerahan senjata ilegal dari masyarakat kepada anggota pos Yanggandur, merupakan kegiatan teritorial yang berhasil dilaksanakan dengan baik oleh Satgas Pamtas Yonif Para Raider 503/MK Kostrad yang bertugas di daerah perbatasan," ujarnya. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved