Saracen Patok Harga Kampanye Hitam Rp72 juta

Putra Ananda
25/8/2017 10:45
Saracen Patok Harga Kampanye Hitam Rp72 juta
()

DALAM menjalankan aksisnya, kelompok SARACEN kerap mengajukan proposal kampanye politik via media sosial bertemakan isu SARA. Satu proposal bernilai seitar Rp72 juta yang harus dibayarkan oleh pengguna jasa tersebut.

Adapun rincian dana proposal itu, SARACEN mematok harga Rp 15 juta untuk jasa pembuat website. Lalu untuk membuat Buzzer, Saracen memiliki 15 anggota yang akan diberikan upah selama sebulan sebanyak Rp 45 juta. 5 orang koordinator Rp 5 juta, dan Rp 7 juta untuk 2 orang wartawan.

Biaya tersebut belum termasuk honor bagi Ketua grup SARACEN yaitu JAS (32), yang bertugas untuk mengunggah postingan provokatif mengandung isu SARA. Dia meminta upah sebesar Rp 10 juta per bulannya.

Setelah proposal itu disetujui, Saracen akan menyiapkan materi yang bernuansa kebencian yang akan mereka viralkan melalui media sosial. Materi yang mereka siapkan antara lain seperti artikel maupun meme yang isinya menyuduktan suku, agama, maupun salah satu ras tertentu.

Media Indonesia pun sempat menanyakan langsung kepada JAS terkait proposal penawaran kampanye SARA via media sosial tersebut, namun JAS berkelit bahwa proposal itu dibuat hanya untuk kepentingan contoh perbandingan harga, bukan untuk jasa kampanye isu SARA.

"Yang eksekusi bukan Saracen, hanya sebatas membuat contoh anggaran," ungkap JAS.

Kepolisian telah menangkap pelaku yang diduga menyebarkan ujaran kebencian terkait SARA melalui media sosial grup Facebook Saracen. Mereka menjadikan informasi hoax, ujaran kebencian sebagai komoditas bisnis.

Dalam kasus ujaran kebencian ini, tiga pelaku yang telah ditangkap yakni JAS, 32; MFT, 43; dan SRN, 32. JAS selalu ketua dan bertugas merekrut anggota dengan melalui unggahan provokatif sesuai tren isu SARA yang berkembang. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya