Facebook Mestinya Turut Bertanggungjawab Suburnya Hoax

RO/Micom
25/8/2017 09:30
Facebook Mestinya Turut Bertanggungjawab Suburnya Hoax
(AP/MATT ROURKE)

Pengamat Komunikasi Agus Sudibyo menegaskan bahwa dalam kasus saracen, ada satu aspek yg luput dari perhatian, yakni posisi facebook sebagai perusahaan penyedia layanan media sosial yang banyak digunakan saracen.

"Semestinya perusahaan penyedia media sosial juga ikut bertanggungjawab dalam kasus semacam saracen itu. Langsung atau tidak, terjadi komodifikasi hoax, pelakunya bukan hanya pengguna medsos seperti saracen, tetapi juga perusahaan layanan medsos," ujarnya di Jakarta, hari ini.

Selama ini, lanjut Agus, facebook selalu berlindung dibalik adagium "isi di luar tanggung jawab kami, kami hanya menyediakan platform". Padahal trennya, semakin kontroversial hoax, semakin banyak pengguna medsos, semakin populer facebook, semakin naik harga sahamnya, semakin besar potensi pendapatan iklannya.

"Tahun lalu, facebook berhasil meraup 1,6 milyar pengguna di seluruh jagad, termasuk indonesia," ujarnya. Apalagi selama ini, Facebook memanfaatkan penggunanya untuk mendapatkan behavioral data dan behavioral surplus.

Oleh karena itu, pemerintah mestinya meminta pertanggungjawaban facebook untuk meningkatkan pengamanannya untuk menfilter konten-konten kontroversial dan hoax. "Sejauh yang saya tahu, seperti ini penanganannya di Eropa dan Amerika," ujarnya.

Kepolisian telah menangkap pelaku yang diduga menyebarkan ujaran kebencian terkait SARA melalui media sosial grup Facebook Saracen. Mereka menjadikan informasi hoax, ujaran kebencian sebagai komoditas bisnis.
Dalam kasus ujaran kebencian ini, tiga pelaku yang telah ditangkap yakni JAS, 32; MFT, 43; dan SRN, 32. JAS selalu ketua dan bertugas merekrut anggota dengan melalui unggahan provokatif sesuai tren isu SARA yang berkembang. (P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya