Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN ketiga Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie menegaskan Indonesia perlu memiliki Garis Besar Haluan Negara (GBHN) agar arah pembangunan nasional fokus dan berkesinambungan.
BJ Habibie menyampaikan hal itu saat diskusi 'Proses Transformasi Pembelajaran Karakter Bangsa sebagai Implementasi UUD 1945' di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Selasa (22/8).
"Arah pembangunan nasional berdasarkan pada kemauan politik pemerintah. Adanya GBHN berisi perencanaan pembangunan nasional jangka panjang, maka pada pergantian pemerintahan arah pembangunan tetap berkesinambungan," katanya.
Menurut Habibie, dihidupkannya kembali atau tidak GBHN tergantung kepada kemauan politik (political will) penyelenggara negara. Namun, ia mengingatkan, karena Indonesia telah menerapkan kebijakan otonomi daerah pada era reformasi, arah pembangunan nasional dalam GBHN harus didasarkan pada kepentingan daerah.
"Indonesia perlu memiliki GBHN yang merupakan induk dari GBHD (Garis Besar Haluan Daerah) yang memiliki kearifan lokal berbeda-beda," katanya.
Habibie menegaskan, dengan kemauan politik pemerintah yang mengarahkan pembangunan berkesinambungan, maka pembangunan nasional menjadi merata, dan diharapkan seluruh warga negara Indonesia memiliki pekerjaan. Dalam kondisi seperti ini, kata dia, keluarga Indonesia dapat terbarukan menjadi lebih sejahtera.
"Keluarga terbarukan, jika masa depan anak lebih baik dari kondisi orang tua, serta masa depan cucu lebih baik dari masa depan anak," katanya.
Mantan Menteri Negara Riset dan Teknologi/Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (Menristek/BPPT) ini menegaskan, GBHN ini ada konsekuensinya dengan industri pertahanan dan industri strategis.
Sebelumnya, MPR pernah mewacanakan perlunya mengihupkan kembali GBHN melalui amendemen terbatas UUD 1945. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved