DPR Sekedar Ingin Membangun Kemewahan

Astri Novaria
21/8/2017 20:15
DPR Sekedar Ingin Membangun Kemewahan
(MI/SUSANTO)

KOORDINATOR Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Sebastian Salang menilai DPR cenderung hanya memikirkan dirinya sendiri saja, sementara kinerjanya belum bagus. Ia pun mempertanyakan niat DPR untuk membangun gedung baru dan apartemen, untuk sekedar kemewahan atau menjawab kebutuhan yang diperlukan di DPR.

Ia pun mengingatkan para anggota dewan yang terhormat agar mempelajari sejarah perjuangan para pendahulunya di DPR. "Saya ingat sejarah membangun RJA itu, ketika mau dibangun pertama kali ada (anggota dewan) yang kos, ngontrak di parkiran berharap dengan adanya RJA ini bisa menjadi tempat yang nyaman dan dapat memberikan seluruh hidupnya untuk melayani wakil rakyat," ujarnya.

"Itu mimpi dulu, kenapa begitu rumah itu sudah dibangun lalu DPR menganggap rumah itu tidak penting dan mau bangun apartemen. Nanti DPR periode selanjutnya bilang sudah tidak layak dan mau dibangun rumah yang lebih besar," lanjut Salang.

Apalagi, publik akan terus menentang rencana untuk membangun gedung baru. Menurutnya, untuk membangun gedung baru pun tidak sampai triliunan rupiah sebagaimana usulan BURT.

Terpisah, Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR Anton Sihombing mengatakan, untuk pembangunan gedung baru DPR membutuhkan anggaran sebesar Rp 320,44 miliar. Sedangkan untuk pembangunan alun-alun demokrasi dibutuhkan anggaran sebesar Rp 280 miliar.

“Anggaran yang dibutuhkan untuk kedua proyek itu mencapai Rp 601 miliar. Kita sudah cek kantor lembaga lain seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Mahkamah Konstitusi (MK). Ruangan mereka bisa sampai 300 meter persegi, ini DPR hanya 30 meter persegi. Itu untuk delapan orang lho,” ujar Politisi partai Golkar itu. (P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya