Kasih Sayang Atasi Persoalan

Golda Eksa
18/8/2017 10:03
Kasih Sayang Atasi Persoalan
(KSAD Jenderal Mulyono (ketiga dari kanan) berdoa bersama ribuan warga di Masjid At-Taqwa, Mabes TNI AD, Jakarta, Kamis (17/8)---Dok. DISPEN TNI AD)

RIBUAN prajurit militer dan aparatur sipil negara di lingkup Markas Besar TNI Angkatan Darat berpartisipasi dalam doa bersama 171717, di Jakarta, kemarin (Kamis, 17/8). Kegiatan yang mengusung tema Muroja'ah untuk lebih berkasih sayang itu digelar secara serentak di seluruh satuan militer di penjuru Tanah Air.

Di hadapan ribuan umat muslim di Masjid At-Taqwa, Mabes TNI-AD, Jakarta, Kepala Staf TNI-AD Jenderal Mulyono, mengatakan tujuan doa tersebut ialah agar Indonesia lebih mengedepankan kasih sayang dalam menjalani kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Ia berharap dengan kasih sayang itu, berbagai persoalan bangsa seperti ancaman perpecahan, dapat diatasi dengan baik.

"Memaknai kemerdekaan yang telah kita nikmati bersama selama 72 tahun hingga hari ini, selayaknyalah kita bersyukur. Tidak hanya kita telah dikaruniai kemerdekaan, tetapi juga karena kita dilahirkan sebagai bangsa patriot petarung dan sekaligus bangsa pemenang," ujar Mulyono ketika membacakan amanat Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Kemerdekaan diraih lantaran mobilisasi kekuatan umat, santri, para pemuda, serta segenap komponen bangsa, seperti tokoh agama, ulama, kiai, habib, pendeta, pastor, pinandita, biksu, dan tokoh nasionalis.

"Marilah sama-sama memohon kepada Allah Yang Maha Pencerah agar menerangi kita dengan cahaya ilmu dan kearifan agar kita pandai merawat kemerdekaan, diberikan kekuatan untuk terus menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia, menjaga Pancasila, merawat dan memperkukuh ke-Bhinneka Tunggal Ika-an, serta menggelorakan tradisi semangat gotong royong," ujarnya.

Kepala Dinas Penerangan TNI-AD Brigjen Alfret Denny Tuejeh berharap perpecahan yang timbul di tengah rakyat segera lenyap dan kembali pada kekuatan persatuan bangsa.

"Kalau kita pendekatannya doa, agama, iman, tidak ada yang namanya perpecahan yang berimplikasi negatif atau bereskses pada, misalnya, perusakan, saling fitnah, saling menjelekkan antarsuku, agama, dan ras," ujarnya.(Gol/P-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya