Presiden Ajak Perkukuh Persatuan

Astri Novaria
18/8/2017 08:39
Presiden Ajak Perkukuh Persatuan
(PRESIDENTIAL PALACE/AGUS SUPARTO)

BANGSA Indonesia harus semakin memperkukuh persatuan nasional sebagai modal untuk mewujudkan negara Indonesia yang berkeadilan. Pekerjaan yang mahaberat itu dapat ditunaikan apabila semua pihak mau bekerja sama.

Presiden Joko Widodo mengemukakan hal tersebut dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR 2017 di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (16/8).

"Ke depan, bangsa kita menghadapi tantangan tidak ringan. Kita akan menghadapi dinamika perubahan yang sangat cepat. Kita akan menghadapi kemajuan inovasi teknologi yang destruktif. Saya yakin dengan persatuan kita bisa menghadapi semua itu. Bangsa kita adalah bangsa peta rung," kata Jokowi.

Jokowi mengakui hingga kini belum seluruh rakyat Indonesia merasakan buah kemerdekaan. Oleh karena itu, pada tahun ketiga masa bakti Kabinet Kerja, pemerintah berupaya lebih fokus mewujudkan pemerataan ekonomi yang berkeadilan.

"Kita ingin kualitas hidup rakyat Indonesia semakin meningkat. Kita jangan berpuas diri meskipun indeks pembangunan manusia naik dari 68,90 pada 2014 menjadi 70,18 tahun lalu. Kita harus terus berupaya menekan ketimpangan pendapatan. Indeks rasio Gini bisa kita turunkan dari 0,414 pada September 2014 menjadi 0,393 pada Maret 2017. Saya yakin dengan pemerataan ekonomi yang berkeadilan, kita semakin bersatu," ujar Jokowi.

Selain menyoal persatuan untuk mewujudkan Indonesia yang berkeadilan, Presiden berharap semua elemen bangsa juga bekerja sama dalam pemantapan ideologi, politik, sosial, dan budaya. Di tataran ideologi, Jokowi mengingatkan perlunya kita mempertebal komitmen kebangsaan untuk menjaga Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Kepala Negara tidak lupa menyampaikan penghargaan kepada seluruh lembaga negara atas kekompakan, sinergi, dan kerja sama yang baik selama ini. "Inilah jati diri bangsa kita dalam bernegara. Inilah kekuatan bangsa kita untuk menghadapi tantangan masa depan."

Abaikan keteladanan
Dalam menanggapi pidato Presiden, Ketua MPR Zulkifli Hasan kemarin mengapresiasi berbagai pencapaian pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

"Pembangunan infrastruktur dari Aceh hingga Papua, dari Miangas hingga Pulau Rote. Ini prestasi yang sangat membanggakan kita semua."

Akan tetapi, Zulkifli mengakui bahwa semangat persatuan bangsa kini mulai memudar karena mengabaikan keteladanan para bapak bangsa. Padahal para pendiri bangsa itu sudah mencontohkan perbedaan pendapat tidak membuat hubungan mereka merenggang.

"Kita kurang empati kepada sesama anak bangsa. Kita selalu menganggap diri ini yang paling benar. Sudah saatnya kita saling menghormati dan menghargai keberagaman. Ke depan, mari kita perkuat persatuan agar bisa menyiapkan generasi yang memiliki daya saing dan produktif," ungkap Zulkifli.

Presiden ketiga Indonesia BJ Habibie yang kemarin juga diundang menghadiri upacara Detik-Detik Proklamasi di Istana Merdeka menyebutkan berkumpulnya para mantan presiden dalam perayaan hari ulang tahun ke-72 kemerdekaan RI menyiratkan adanya persatuan di antara sesama pemimpin.

"Kan bagus toh persatuannya?" tandas Habibie.(Nur/Ant/X-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya