Menkominfo Pastikan tidak Ada Operator Beri Peluang Penyadapan

MI
08/3/2015 00:00
Menkominfo Pastikan tidak Ada Operator Beri Peluang Penyadapan
(ANTARA/Widodo S. Jusuf)
MENTERI Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menyatakan akan memanggil semua operator jaringan telekomunikasi di Indonesia terkait dengan isu penyadapan oleh Australia dan Selandia Baru. "Semuanya kita ajak bicara, tidak hanya Telkomsel," kata Rudiantara seusai menjadi pembicara dalam Techno Corner 2015, di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri (PKKH), UGM, Yogyakarta, kemarin.

Ia menilai penyadapan melalui sistem telekomunikasi bisa saja terjadi karena kemajuan teknologi dan bukanlah sesuatu yang aneh. Dia mencontohkan dirinya memakai operator A dan menelepon temannya di Amerika Serikat yang sedang disadap pihak Amerika. Bila begitu, oto-matis pembicaraannya akan diketahui pihak penyadap meskipun teleponnya tidak disadap. "Otomatis saya tersadap meskipun mereka bukan menyadap saya," jelasnya.

Meski penyadapan sistem telekomuniakasi melalui jaringan operator bisa terjadi, ia tetap percaya bahwa para operator tidak akan memberikan ruang bagi siapa pun untuk menyadap. "Jadi, saya yakin tidak ada operator yang memberikan peluang bagi penyadapan," kata dia.

Untuk memastikan semua itu, Rudiantara menyatakan akan memanggil semua oprator guna membicarakan persoalan penyadapan dan meminta untuk segera mengecek jaringan. "Semuanya, tidak hanya Telkomsel. Jadi sekalian saja semua kita ajak biacara," jelasnya lagi.

Isu penyadapan yang ramai dibicarakan saat ini, kata dia, terjadi tahun lalu, tetapi baru terungkap setelah dirilis Edward Snowden, mantan teknisi komputer National Security Agency (NSA) yang kini diburu pemerintah AS karena dituduh membocorkan rahasia negara.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Edward menyebut Australia dan Selandia Baru sebagai penyadap jaringan telepon seluler terbesar di Indonesia dan sistem telekomunikasi sejumlah negara kecil di Kepulauan Pasifik.

Menurut dokumen yang beredar di Selandia Baru, agensi spionase elektronik Australia, Australian Signals Directorate (ASD), bekerja sama dengan agensi Selandia Baru, Government Communications Security Bureau (GCSB), memasuki jaringan telekomunikasi di Indonesia dan negara Pasifik Selatan dengan komunikasi satelit dan kabel bawah laut, kemudian saling membagi hasil sadapan. (FU/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya