Jatim Ingin Sosok Jujur dan Mampu Atasi Perekonomian

14/8/2017 00:55
Jatim Ingin Sosok Jujur dan Mampu Atasi Perekonomian
(Dok. MI)

MASYARAKAT Jawa Timur menginginkan sosok pemimpin yang jujur, bebas korupsi, dan mampu mengatasi persoalan ekonomi.

Setidaknya terdapat 7 tokoh yang dianggap layak untuk menjadi calon Gubernur Jawa Timur pada Pilgub Jatim 2018. Sejumlah nama tokoh tersebut ialah Saifullah 'Gus Ipul' Yusuf, Tri Rismaharini, Abdullah Azwar Anas, La Nyala Mattalitti, Khofifah Indar Parawansa, Imam Nachrowi, dan Kusnadi.

Adalah Indonesia Development Monitoring (IDM) yang menggelar survei tersebut. Direktur Eksekutif IDM Andri Gunawan mengatakan, survei itu untuk melihat kecenderungan masyarakat Jatim terhadap calon gubernurnya.

Andri menjelaskan, pihaknya melakukan pemetaan survei awal terkait sejumlah nama tokoh yang disebut masyarakat di seluruh pelosok Jawa Timur. "Tujuh nama itu menguat dan banyak disebut responden survei,” ujar Andri.

Dari survei terungkap sebanyak 16,3% responden menginginkan gubernur jujur dan bebas dari kasus korupsi. Sedangkan yang menginginkan sosok gubernur yang mampu mengatasi masalah ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur, sebanyak 59,8%. “Sementara yang menginginkan gubernur dekat dengan masyarakat sebanyak 6,2%,” imbuhnya, akhir pekan lalu.

Survei IDM mencatat, dari sisi popularitas Gus Ipul yang saat ini menjabat Wagub Jatim ternyata hanya meraih 81,3%. Jauh di bawah Wali kota Surabaya Tri Rismaharini sebanyak 88,7%, dan Khofifah Indar Parawansa 88,9%.

Sementara mantan Ketua PSSI La Nyalla memiliki tingkat popularitas tertinggi, yakni 88,8%. Kemudian Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas 51,7%. Menpora Imam Nachrowi 53,7% dan Ketua DPD PDIP Jatim Kusnadi 50,3%. “Begitupun dengan tingkat elektabilitas, ternyata La Nyalla meraih persentase tertinggi yakni sebesar 76,9%,” paparnya.

"Masyarakat juga menilai pengalaman La Nyalla sebagai Ketua Kadin Jatim serta latar belakangnya sebagai pengusaha, dinilai bisa memberikan harapan baru perekonomian masyarakat Jatim," ungkap Andri.

Andri menjelaskan, temuan survei IDM tersebut menunjukkan bahwa publik Jatim semakin menjadikan kinerja pemprov dalam membuat kebijakan yang bisa memberikan dampak ekonomi yang lebih baik pada masyarakat, sebagai dasar untuk menentukan pilihan.

Survei ini diselenggarakan pada 18-30 Juli 2017, meliputi 38 kabupaten/kota di Jatim. Menggunakan metode multistage random sampling, yakni mengambil responden sebanyak 1.816 pemilih yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap pada pilpres 2014 sebanyak 30.639.982 pemilih. Sedangkan margin of error +/_ 2,3% dengan tingkat kepercayaan 95%. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya