Presiden kembali Bertemu Ulama

Rudy Polycarpus
10/8/2017 22:57
Presiden kembali Bertemu Ulama
(ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

PRESIDEN Joko Widodo menerima ulama dan pengurus Jamaiyah Batak Muslim Indonesia (JBMI) di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (10/8) sore.

Melalui pertemuan dengan ulama, Presiden ingin mengetahui lebih jauh kondisi yang terjadi di masyarakat. Pasalnya, ulama kerap bersinggungan langsung dengan masyarakat.

"Ulama ini kan setiap hari dengan umat jadi lebih cepat mendengar kalau ada sesuatu yang ada di bawah. Itu yang selalu saya dengar itu, tidak ada yang lain," ujar Presiden di seusai pertemuan di Istana Merdeka, Kamis malam.

Pertemuan tersebut juga dimanfaatkan Presiden untuk menyampaikan kebinekaan yang dimiliki bangsa Indonesia. Ketika ditanya alasannya sering bertemu tokoh agama, Jokowi mengatakan tujuannya untuk menyampaikan pesan-pesan mengenai kemajemukan Indonesia.

"Tapi yang paling penting justru saya ingin mendapatkan masukan, input-input dari bawah seperti apa. Jadi lebih cepat mendengar kalau ada yang berkembang," kata Jokowi.

Selain itu, pertemuan dengan ulama ini akan dijadikan Kepala Negara sebagai masukan untuk menentukan kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan keumatan.

"Apabila ulama dan umara bisa sering bersilaturahim dan bisa berjalan beriringan, negara akan tenteram, adem ayem," tandasnya.

Belum lama ini, Jokowi juga mengundang Walubi ke Istana. Pekan sebelumnya, KWI dan PGI menjadi tamu Jokowi. Sebelumnya, MUI, PBNU, dan Muhammadiyah juga diundang ke Istana untuk berdialog bersama Presiden.

Seusai pertemuan yang diiringi santap malam, Ketua Dewan Ulama JBMI Ali Akbar Marbun mengatakan, para ulama mengusulkan pergantian nama Bandara Silangit di Tapanuli Utara, Sumatera Utara menjadi Sisingamangaraja XII.

"Presiden sudah setuju pada intinya. Untuk mengingat nama pahlawan kita," ujarnya.

Ditambahkan anggota JBMI lainnya, RE Nainggolan, masyarakat Batak berterima kasih kepada Jokowi karena sudah memperhatikan pembangunan di kawasan Danau Toba. Ia meyakini pembangunan tersebut akan menarik minat para wisatawan untuk datang ke Danau Toba.

"Penting sekali pembangunan jalan di sisi paling dalam dari ring road Danau Toba. Jadi kami mulai misalnya dari Takara menuju ke Muara, langsung ke Lumbang Silitong, demikian terus ke Sitio-Tio sampai ke daerah ketujuh kabupaten," paparnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya