Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PETA persaingan pemilihan gubernur Jawa Timur semakin menghangat. Terlebih ketika Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) telah mengantongi 15 tokoh Jatim yang berpotensi menjadi gubernur dari hasil riset survei metadata.
Dari sejumlah nama yang muncul dalam survei tersebut, Ketua Kadin Jatim La Nyalla Mahmud Mattalilitti dianggap sosok yang mumpuni untuk mengeluarkan persoalan ekonomi masyarakat Jatim. Persoalan ketersediaan lapangan kerja, iklim usaha yang kondusif dan dukungan pemerintah provinsi dalam sektor industri dan pertanian.
"Syukurlah bila memang masyarakat makin yakin dengan potensi kepemimpinan saya dalam masalah ekonomi ini," ujar La Nyalla dalam keterangannya, Rabu (19/7).
Sebelumnya disampaikan Direktur Eksekutif LKPI Arifin Nurcahyono, mantan Ketua Umum PSSI itu memiliki tingkat keterpilihan sebanyak 13,1%. Angka itu mengalahkan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (12,3%), dan Saifullah 'Gus Ipul' Yusuf (11,2%). "Posisi La Nyalla berada di bawah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang mengantongi 20,2%,” ujar Arifin dalam keterangan tertulisnya awal pekan ini.
Rendahnya keterpilihan Khofifah, karena masyarakat menilai ia lebih tepat menjadi Menteri Sosial dan sudah bekerja dengan baik. Sedangkan untuk Gus Ipul, dianggap tidak akan mampu memperbaiki keadaan ekonomi dan sosial masyarakat Jatim.
Nama lain seperti Ketua Harian DPP Gerindra Moekhlas Sidik memiliki tingkat elektabilitas 7,3%, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf (2,5%), Bupati Malang Rendra Kresna (2,3%), mantan Ketua MK Mahfud MD (6,2%), Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas (1,2%), mantan Bupati Jember H MZA Djalal (3,2%), Agus Harimurti Yudhoyono (0,9%), Ketua DPP Gerindra Soepriyatno (0,7%), Bupati Ngawi Sulistyono (4,1%), Ketua DPD PDIP Jatim Kusnadi (0,8%), dan Musyaffa Noer (0,4%).
Untuk tingkat popularitas, lanjut Arifin, Gus Ipul (89,3%), Tri Rismaharini (93,1%), Khofifah (91,6%), Abdullah Azwar Anas (67,3%), Rendra Kresna (78,3%), Mahfud MD (90,3%), H MZA Djalal (70,3%), La Nyalla (90,1%), Agus Harimurti (67,3%), Soepriyatno (23,7%), Moekhlas Sidik (66,7%), Nurhayati (30,3%), Sulistyono (84,4%), Kusnadi (38,2%), dan Musyaffa Noer (29,2%).
Untuk tingkat akseptabilitas, Tri Rismaharini (83,4%) dan La Nyalla (81,1%). Sedangkan Gus Ipul, Khofifah, Rendra Kresna, Mahfud MD, H MZA Djalal, Moekhlas Sidik dan Sulistyono, rata rata berada di kisaran di atas 65%.
Survei digelar dari 29 Juni-10 Juli 2017 melibatkan partisipasi 1.285 responden dari 9 kota dan 29 kabupaten di Jawa Timur. Data diperoleh berdasarkan DPT Pilpres 2014 Jatim sebanyak 30.639.900 pemilih dengan metode survei stratified multistage random sampling, margin of error sebesar +/- 2.8%, tingkat kepercayaan 95%.
Sebanyak 13,6% responden yang tidak memilih, memberikan jawaban atau belum memiliki pilihan terhadap ke 15 tokoh yang jadi objek penelitian. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved