Pilgub Jatim 2018 Munculkan Kuda Hitam

12/7/2017 22:54
Pilgub Jatim 2018 Munculkan Kuda Hitam
(Ist)

SURABAYA Survey Center (SSC) merilis lima nama sebagai kandidat yang layak menjadi calon gubernur Jawa Timur.

"Nama Ketua Kadin Jawa Timur La Nyalla Mahmud Mattalitti tanpa terduga menyodok di jajaran lima besar bakal cagub Jatim dalam Pilkada 2018," ujar Direktur SSC Mochtar W Oetomo di sela rilis hasil survei kontestasi Cagub-Cawagub Jatim di Surabaya, Rabu (12/7).

Bahkan sejumlah kalangan meyakini dia bakal menjadi kuda hitam, terlebih setelah banyak melakukan sosialisasi dalam beberapa kesempatan. Pada survei yang digelar 10-30 Juni 2017 di Jawa Timur, menunjukkan seandainya Pilgub Jatim dilaksanakan saat ini, setidaknya ada lima kandidat yang diperhitungkan publik untuk berkompetisi. Mereka ialah Saifullah 'Gus Ipul' Yusuf, Tri Rismaharini, Khofifah Indar Parawansa, Abdullah Azwar Anas dan La Nyalla M Mattalitti.

Hal ini menandakan nama kelimanya kandidat itu cukup melekat di memori publik Jatim sebagai cagub. Tapi yang harus diingat, menurut sumber di SSC, undecided voters masih cukup tinggi (28%). Di sisi lain, waktu penyelenggaraan yang masih satu tahun memungkinkan munculnya dinamika politik yang fluktuatif.

Dalam hal popularitas, nama-nama seperti Khofifah, Gus Ipul dan Tri Rismaharini merupakan kandidat yang memiliki popularitas cukup tinggi, di atas 50%. Selain itu, ternyata nama Anang Hermansyah, Abdullah Azwar Anas dan Mahfud MD menguntit di belakangnya dengan popularitas juga di atas 50%.

Jika nama Khofifah yang paling populer (dikenal), nama Risma adalah yang paling akseptabel (disuka) oleh publik Jatim, disusul Gus Ipul dan Khofifah.

Dalam simulasi 24 kandidat nama-nama, ternyata Gus Ipul, Risma, Khofifah, Abdullah A Anas dan La Nyalla adalah 5 kandidat yang memiliki elektabilitas paling tinggi.

Jika Khofifah adalah kandidat paling populer (dikenal) dan Risma merupakan kandidat paling akseptabel (disuka), Gus Ipul merupakan kandidat yang paling elektabel (dipilih). Ini sekaligus menunjukkan sebuah fakta bahwa antara popularitas, akseptabilitas dan elektabilitas tidak selalu berbanding lurus di mana masing-masing memerlukan pemahaman dan perlakuan strategi yang berbeda.

Menurut pendapat publik Jatim, sesuai survei yang dilakukan SSC, jika Cagub Jatim dari kalangan NU, seyogyanya cawagubnya dari kalangan politisi terutama dari kalangan nasionalis, sebanyak 24,4% publik Jatim setidaknya berpendapat demikian. Dibanding hanya 16,9% publik Jatim yang menginginkan cawagubnya juga dari NU, dan hanya 11,4% yang berpendapat cagub harusnya dari kalangan Muhammadiyah.

Survei ini dilakukan terhadap 800 responden yang diperoleh melalui teknik pencuplikan secara rambang berjenjang (stratified multistage random sampling). Margin of error dalam survei diperkirakan sebesar 3,5% dan pada tingkat kepercayaan (level of confidence) sebesar 95%. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara tatap muka dengan pedoman kuesioner. Penentuan responden dalam setiap KK dilakukan dengan bantuan kish grid. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya