Jatim Butuh Pemimpin yang Serius Membangun Daerahnya

05/7/2017 15:58
Jatim Butuh Pemimpin yang Serius Membangun Daerahnya
(MI/PANCA SYURKANI)

JAWA Timur harus lebih baik pascalengsernya Gubernur Soekarwo, seiring dengan dua kali masa kepemimpinannya menjadi orang nomor satu di Jatim.

Pengamat politik Jatim H Taufiqurrahman Saleh menilai, calon tunggal di Pilgub Jatim 2018 tidak boleh terjadi. Menurutnya, semakin banyak cagub "Jawa Timur sepeninggal Soekarwo harus benar-benar dipimpin oleh figur yang serius untuk membangun Jatim, dan bukan figur ‘dagelan’ (senang bergurau tanpa konsep yang jelas)," ujarnya, Kamis (5/7).

Pria yang akrab disapa Cak Opik ini juga menuturkan bahwa warga Jatim tak butuh pemimpin yang bisanya hanya beretorika dan janji-janji palsu.

"Jatim butuh pemimpin yang cerdas, berkonsep dan tentunya mengetahui segala kekurangan dan kelebihan Provinsi Jawa Timur. Ke depannya, agar semua sumber-sumber daya alam dan manusia yang ada di Jatim bisa dipergunakan sebaik-baiknya untuk warga Jatim itu sendiri,” jelas Taufiq dalam siaran persnya.

Mantan anggota DPR RI dari PKB juga bertutur, jika Jatim ingin mencari pemimpin masa depan, hendaknya mencari figur yang berkarakter, berani, tegas, dan tentunya mau bekerja keras demi kepentingan masyarakat Jatim. “Selain Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, nama Mensos Khofifah Indar Parawansa sangat layak didorong maju sebagai calon gubernur. Keduanya sama-sama kader NU yang dianggap pantas meneruskan kepemimpinan Soekarwo,” tegasya.

Mengapa Khofifah? Cak Opik mengungkapkan bahwa Mensos yang satu ini dianggap figur paling pas untuk bisa bersaing dengan Gus Ipul. Pengalaman Khofifah sebagai Mensos diharapkan bisa membawa angin segar bagi Jatim, meski belum menyatakan atau mendeklarasikan soal keikutsertaannya dalam Pilkada Jatim, namun, paling santer disebut sebagai figur pas meneruskan Soekarwo.

“Kalau bisa segera mungkin Ibu Khofifah untuk mendeklarasikan keikutsertaannya dalam Pilkada Jatim 2018. Khofifah, figur yang mumpuni dan dianggap paling layak. Meski belum menyatakan sikap, namun banyak masyarakat Jatim yang merindukannya. Tegas, cermat dan punya konsep yang jelas. Karena masyarakat Jatim butuh pemimpin yang berkualitas bukan pemimpin yang retorika dan obral janji, tapi kinerja nol,” pungkasnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya